Senin 12 Apr 2021 11:22 WIB

In Picture: Lentera Khas Mesir Fanous Sambut Kedatangan Bulan Ramadhan

.

Rep: KHALED ELFIQI/ Red: Yogi Ardhi

Pengrajin Mesir membuat lentera Ramadhan tradisional, yang disebut Fanous, di sebuah lokakarya di Kairo, Mesir, Ahad (11/4). (FOTO : EPA-EFE/KHALED ELFIQI)

Pengrajin Mesir membuat lentera Ramadhan tradisional, yang disebut Fanous, di sebuah lokakarya di Kairo, Mesir, Ahad (11/4). (FOTO : EPA-EFE/KHALED ELFIQI)

Pengrajin Mesir membuat lentera Ramadhan tradisional, yang disebut Fanous, di sebuah lokakarya di Kairo, Mesir, Ahad (11/4). (FOTO : EPA-EFE/KHALED ELFIQI)

Pengrajin Mesir membuat lentera Ramadhan tradisional, yang disebut Fanous, di sebuah lokakarya di Kairo, Mesir, Ahad (11/4). (FOTO : EPA-EFE/KHALED ELFIQI)

Pengrajin Mesir membuat lentera Ramadhan tradisional, yang disebut Fanous, di sebuah lokakarya di Kairo, Mesir, Ahad (11/4). (FOTO : EPA-EFE/KHALED ELFIQI)

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO --  Muslim di seluruh dunia merayakan bulan suci Ramadhan dengan berdoa pada malam hari dan tidak makan, minum, dan tindakan seksual antara matahari terbit dan matahari terbenam. 

Sejumlah pengrajin Mesir pun membuat lentera tradisional yang hanya digunakan saat bulan Ramadhan tiba. Lentera ini  disebut Fanous, terbuat dari bahan bilahan logam dan kaca.  

sumber : EPA-EFE
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement