Kamis 24 Oct 2019 04:12 WIB

5 Pesan untuk Pejabat Negara

Sejumlah Syariat agar kepemimpinan tak jadi malapetaka

Foto: republika
Pemimpin amanah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Pejabat, tak lain ialah para pemegang amanat dari rakyat. Dalam konsepsi agama, mereka adalah khadim atau para pelayan.  Bagaimanakah pejabat yang ideal menurut perspektif Islam?

Ada beberapa etika dan barometer untuk mengukur ideal atau tidaknya seorang pejabat. Allah SWT pun menetapkan sejumlah hukum syariat itu sebagai kode etik dan adab dalam pemerintahan yang mesti dipraktikkan agar kepemimpinan tidak lantas menjadi malapetaka. Berikut ini sejumlah etika yang selazimnya ada pada pejabat:

·      Niat mendasar  ialah semata-mata menegakkan nilai-nilai luhur yang ditetapkan Allah SWT untuk kemanusian. Rasulullah SAW  menegaskan larangan memburu dan mengemis jabatan. (HR Bukhari dari Abu Hurairah

·      Sikap adil antarsesama manusia. Tanpa berlaku deskriminatif terhadap suatu kelompok. (QS an-Nisaa: 58, QS al-Maidah: 8)   

·      Ramah terhadap rakyat. Bentuk keramahan itu ialah siap menerima aduan dan aspirasi warganya. (HR Ahmad dan Turmudzi dari Amr bin Murrah)

·      Berhati-hati pada hadiah yang rentan dikategorikan sebagai gratifikasi.   Rasulullah bersabda : “ Hadiah yang diberikan kepada seorang pemimpin adalah pengkhiatan.” (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas)

·      Dalam pelaksanaan administrasi kepemerintahan, hal terpenting yang perlu ditekankan ialah, menjalankan evaluasi terhadap kinerja masing-masing pegawai.

Sumber: Ensiklopedi Adab Islam Menurut Alquran dan Assunah karya Syekh Abdul Aziz bin Fathi As Sayyid Nada

Pengolah: Nashih Nashrullah

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement