Jumat 12 Feb 2021 11:15 WIB

3 Pesantren Jejak Pendiri NU di Jombang

Terdapat tiga pesantren yang memiliki hubungan kekerabatan di Jombang

Foto: republika
3 Pesantren Jejak Pendiri NU di Jombang (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, 3 Pesantren Jejak Pendiri NU di Jombang

Pesantren adalah jantung utama bagi Nahdlatul Ulama. Tak terkecuali di Jombang, Jawa Timur, yang menjadi basis kuat organisasi yang berdiri pada 31 Januari 1926 itu.

Di Jombang sendiri, terdapat tiga pesantren yang memiliki hubungan kekerabatan yaitu sebagai berikut:  

>Tebuireng

Pesantren itu bernama asli Salafiyah Syafi'iyah ini dirikan oleh KH Hasyim Asy'ari pada 3 Agustus 1899. Semula pesantren ini hanya berupa bangunan sederhana yang terdiri tempat tinggal Kiai Hasyim dan mushala. Pesantren ini uncul di tengah-tengah keprofanan masyarakat.     

>Tambakberas

Pesantren yang bernama asli Bahrul 'Ulum ini dirikan KH Abdus Salam bersama ke-25 pengikutnya pada1825 sebab itu juga dikenal dengan Pondok Selawe atau dua puluh lima.  Nama pesantren tersebut diberikan KH Abdul Wahab Hasbullah pada 1967. Pesantren ini mengelola sebanyak 18 unit pendidikan, mulai pendidikan prasekolah hingga perguruan tinggi.

>Denanyar

Pesantren yang berlokasi di tepi Jalan Raya Jombang-Megaluh, 3 km arah barat Jombang itu, didirikan KH Bisri Syansuri, kakek dari almarhum KH Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, pada 1917. Dibanding tiga ponpes besar lainnya, Ponpes Denanyar memang bisa dikatakan yang paling muda. Pada 1921, Mbah Bisri mendirikan pesantren untuk putri.

Pengolah: Nashih Nashrullah

Sumber: Dari berbagai sumber

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement