Selasa 23 Aug 2022 12:48 WIB

Rektor IPB Siap Berkolaborasi Dorong Kemajuan Food Estate Kalteng

Program Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) telah dimulai sejak tahun 2020..

Red: Mohamad Amin Madani

Ketum ICMI Pusat, Prof.Dr.Arif Satria bersama Ketua ICMI Korwil Kalteng, Kaspinosaat meninjau area food estate di desa belanti siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (FOTO : dok. istimewa)

Ketum ICMI Pusat, Prof.Dr.Arif Satria saat meninjau area food estate di desa belanti siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (FOTO : dok. istimewa)

Ketum ICMI Pusat, Prof.Dr.Arif Satria saat meninjau area food estate di desa belanti siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (FOTO : dok. istimewa)

Ketum ICMI Pusat, Prof.Dr.Arif Satria saat meninjau area food estate di desa belanti siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (FOTO : dok. istimewa)

Ketum ICMI Pusat, Prof.Dr.Arif Satria saat meninjau area food estate di desa belanti siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (FOTO : dok. istimewa)

inline

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Arif Satria memberikan apresiasi terhadap kemajuan Program Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng). Program strategis nasional yang telah dimulai sejak tahun 2020 terus berlangsung sampai sekarang mulai memberikan hasil nyata pada penerapan teknologi pertanian khususnya budidaya padi yang awalnya merupakan lahan rawa, kini menjadi lahan pertanian produktif. 

“Beberapa hari yang lalu, tanggal 21 Agustus 2022 saya turun langsung ke lahan intensifikasi yang juga lokasi Food Estate Kalteng yang dikembangkan Kementerian Pertanian bersama Pemprov Kalimantan Tengah, tepatnya di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Progres Food Estate cukup bagus, Indonesia memiliki kawasan lumbung pangan. Budidaya padinya alhamdulillah bagus. Saya mendapatkan langsung informasi di lapangan, benih padi yang ditanam IPB 3S produktivitasnya 7,89 ton per hektar dan IPB 9G 6,2 ton per hektar gabah kering panen. Meski ini baru uji coba di skala 4 hektar, varietas IPB 3S dan IPB 9G bisa menjadi alternatif di lahan food estate ini, di samping Inpari,” demikian dikatakan Prof. Arif di Bogor, Selasa (23/8/2022).

Ketua Umum ICMI Pusat ini menekankan pengembangan food estate kedepannya harus berbasis studi kelayakan yang akurat dan obyektif agar food estate benar-benar sesuai harapan. Lokasi yang memang tidak layak sebaiknya jangan dipaksakan, namun lokasi yang potensial harus didorong. Oleh karena itu, kesepakatan kerja sama Pemerintah Provinsi Kalteng dengan IPB University sangat tepat untuk berkolaborasi dalam berkontribusi mewujudkan kedaulatan pangan melalui penerapan teknologi yang tepat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement