Senin 31 Jul 2023 17:50 WIB

Melihat Kiprah Ojek Pertanian di Dieng

Penduduk di dataran tinggi Dieng menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan..

Rep: Wihdan Hidayat/ Red: Mohamad Amin Madani

Tukang ojek berhenti sejenak merapihkan karung pupuk organik saat pengiriman ke ladang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung tergantung lokasi pengiriman. Namun, saat ini ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Tukang ojek membawa empat karung pupuk organik untuk pengiriman ke ladang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung tergantung lokasi pengiriman. Namun, saat ini ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Tukang ojek mengantarkan pupuk organik melalui jalan tanah di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung tergantung lokasi pengiriman. Namun, saat ini ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Tukang ojek membawa empat karung pupuk organik untuk pengiriman ke ladang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung tergantung lokasi pengiriman. Namun, saat ini ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Tukang ojek pertanian membawa pupuk organik untuk pengiriman ke ladang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung tergantung lokasi pengiriman. Namun, saat ini ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Tukang ojek menata karung pupuk organik untuk pengiriman ke ladang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Tukang ojek menata karung pupuk organik untuk pengiriman ke ladang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung tergantung lokasi pengiriman. Namun, saat ini ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Kendaraan ojek pertanian membawa karung pupuk organik untuk pengiriman ke ladang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung tergantung lokasi pengiriman. Namun, saat ini ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Tukang ojek pertanian mengantarkan pupuk organik melalui jalan tanah ke ladang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung tergantung lokasi pengiriman. Namun, saat ini ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Kendaraan ojek pertanian yang digunakan untuk membawa pupuk organik atau hasil panen di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih menjadi ojek pertanian untuk menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung tergantung lokasi pengiriman. Namun, saat ini ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Pengunjung menunggu sejak fajar untuk melihat fenomena embun es di kawasan Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad (30/7/2023). Bagi pengunjung kawasan wisata Dieng setiap Bulan Juli dan Agustus merupakan momen yang ditunggu. Selain pemandangan fajar yang memesona juga terkadang muncul bunga es atau embun upas jika suhu mencapai minus pada fajar. Fenomena munculnya bunga es di kawasan Dieng ini bahkan bisa meningkatkan kunjungan sebanyak dua ribu pengunjung setiap harinya. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Tukang ojek berhenti sejenak merapikan karung pupuk organik saat pengiriman ke ladang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023).

Sebagian penduduk di dataran tinggi Dieng memilih untuk menjadi ojek pertanian guna menambah penghasilan. Pupuk organik atau hasil panen kebun dibawa ojek pertanian dengan tarif mulai Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu untuk setiap karung bergantung pada lokasi pengiriman. Saat ini, ojek pertanian sangat terbantu dengan adanya pembetonan jalan menuju kebun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement