Senin 25 Sep 2023 14:45 WIB

Kebakaran di TPA Jatiwaringin Tangerang

Diduga karena gas metana terbakar akibat suhu panas.

Red: Tahta Aidilla

Pemulung mencari sampah bernilai jual di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang, Banten, Senin (25/9/2023). Sejumlah titik api masih muncul pascakebakaran TPA Jatiwaringin yang terjadi sejak pertengahan Agustus lalu, dan diduga karena gas metana terbakar akibat suhu panas musim kemarau. (FOTO : ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Sejumlah pemulung mencari sampah bernilai jual di antara kepulan asap akibat kemunculan titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang, Banten, Senin (25/9/2023). Sejumlah titik api masih muncul pascakebakaran TPA Jatiwaringin yang terjadi sejak pertengahan Agustus lalu, dan diduga karena gas metana terbakar akibat suhu panas musim kemarau. (FOTO : ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sejumlah pemulung mencari sampah bernilai jual di antara kepulan asap akibat kemunculan titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang, Banten, Senin (25/9/2023).

Sejumlah titik api masih muncul pascakebakaran TPA Jatiwaringin yang terjadi sejak pertengahan Agustus lalu, dan diduga karena gas metana terbakar akibat suhu panas musim kemarau.

 

sumber : ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement