Kamis 09 Nov 2023 21:49 WIB

Berkat Program Pertanian Organik, Produksi Padi di Tuban Alami Peningkatan

Hasil panen padi di Desa Rahayu menghasilkan 7 ton per hektare..

Red: Edwin Dwi Putranto

General Manager Zona 11 Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur Muzwir Wiratama (tengah) bersama Field Manager Pertamina EP (PEP) Sukowati Field Totok Parafianto (kanan) meninjau lokasi sawah organik di Desa Rahayu, Soko, Tuban, Jawa Timur, Rabu (8/11/2023). Melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Pertanian Organik Antasena Petani Rahayu Bersatu Kreatif Sehat dan Sejahtera PEP Sukowati Field, hasil panen padi mengalami peningkatan yang signifikan dengan menghasilkan 7 ton per hektare dibandingkan dengan metode konvensional sekitar 2 ton per hektare dalam satu musim tanam. (FOTO : ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

General Manager Zona 11 Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur Muzwir Wiratama menunjukan padi yang ditanam di sawah organik Desa Rahayu, Soko, Tuban, Jawa Timur, Rabu (8/11/2023). Melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Pertanian Organik Antasena Petani Rahayu Bersatu Kreatif Sehat dan Sejahtera PEP Sukowati Field, hasil panen padi mengalami peningkatan yang signifikan dengan menghasilkan 7 ton per hektare dibandingkan dengan metode konvensional sekitar 2 ton per hektare dalam satu musim tanam. (FOTO : ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, TUBAN -- General Manager Zona 11 Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur Muzwir Wiratama bersama Field Manager Pertamina EP (PEP) Sukowati Field Totok Parafianto meninjau lokasi sawah organik di Desa Rahayu, Soko, Tuban, Jawa Timur, Rabu (8/11/2023).

Melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Pertanian Organik Antasena Petani Rahayu Bersatu Kreatif Sehat dan Sejahtera PEP Sukowati Field, hasil panen padi mengalami peningkatan yang signifikan dengan menghasilkan 7 ton per hektare dibandingkan dengan metode konvensional sekitar 2 ton per hektare dalam satu musim tanam.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement