REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, mengatakan TNI AL saat ini tengah melakukan peremajaan terhadap 41 kapal perang dan kapal selam sebagai bagian dari penguatan alutsista. Prosesnya dipastikan akan semakin mudah dan cepat setelah representatif dan distributor Anshuzt ada di dalam negeri.
Hal ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan nota kerja sama antara Anschutz Group selaku produsen alat navigasi asal Jerman dengan PT. Cipta Teknologi Persada untuk menjadi agen resmi di Indonesia, pada akhir pekan lalu. Alat navigasi untuk kapal perang dan kapal selam produksi Anschutz selama ini memang paling banyak dipakai di kapal perang dan kapal selam di dunia militer, antara lain seperti gyro inertial, Warship Electronic Chart Display and Information System (WECDIS) dan Integrated Bridge and Navigation System (IBNS).