Ahad 12 Nov 2023 16:09 WIB

Budi Daya Maggot untuk Pengurangan Sampah Organik

Mengurangi sampah sekaligus menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

Red: Tahta Aidilla

Peternak memasang substrat untuk menambah jumlah permukaan tempat hinggap lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) di Rumah Budi daya Maggot Uban Agro Farm Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (12/11/2023). Budi daya maggot di peternakan tersebut memanfaatkan limbah sampah organik hingga satu ton yang diambil dari pasar tradisional sebagai solusi untuk mengurangi sampah sekaligus menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi dengan harga jual Rp8 ribu per kilogram untuk maggot basah sedangkan telur maggot bisa mencapat Rp5 ribu per gram. (FOTO : ANTARA FOTO/Hasrul Said)

Peternak memeriksa telur lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) di Rumah Budi daya Maggot Urban Agro Farm Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (12/11/2023). Budi daya maggot di peternakan tersebut memanfaatkan limbah sampah organik hingga satu ton yang diambil dari pasar tradisional sebagai solusi untuk mengurangi sampah sekaligus menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi dengan harga jual Rp8 ribu per kilogram untuk maggot basah sedangkan telur maggot bisa mencapat Rp5 ribu per gram. (FOTO : ANTARA FOTO/Hasrul Said)

inline

REPUBLIKA.CO.ID,  MAKASSAR -- Peternak memasang substrat untuk menambah jumlah permukaan tempat hinggap lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) di Rumah Budi daya Maggot Uban Agro Farm Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (12/11/2023).

Budi daya maggot di peternakan tersebut memanfaatkan limbah sampah organik hingga satu ton yang diambil dari pasar tradisional sebagai solusi untuk mengurangi sampah sekaligus menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi dengan harga jual Rp8 ribu per kilogram untuk maggot basah, sedangkan telur maggot bisa mencapat Rp5 ribu per gram.

sumber : ANTARA FOTO/Hasrul Said
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement