Kamis 16 Nov 2023 13:46 WIB

Aksi Tolak Pungutan Sekolah Terhadap Siswa KETM

Massa tuntut tindakan tegas terhadap sekolah yang mendiskriminasi siswa KETM..

Rep: Edi Yusuf/ Red: Mohamad Amin Madani

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023). Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG  -- Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa terkait banyaknya pungutan sekolah yang memberatkan siswa Katagori Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang digelar Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023).

Aksi tersebut di antaranya menuntut siswa KETM dibebaskan dari berbagai pungutan sekolah sesuai Perda, dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap sekolah yang melakukan diskriminasi terhadap siswa KETM.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement