Jumat 01 Dec 2023 15:01 WIB

Segera Beroperasi, Begini Penampakan Terkini Pembangunan TPST Gedebage

TPST ini mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Rep: Edi Yusuf/ Red: Edwin Dwi Putranto

Proses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage, di Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jumat (1/12/2023). TPST ini mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 60 ton per hari. Sampah yang dibuang disini akan menggunakan metode maggotisasi. Sedangkan untuk sampah anorganik akan digunakan menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF). Pembangunan TPST Gedebage targetnya pada 4 Desember 2023 sudah operasional. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Petugas memasang mesin gibrik saat proses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage, di Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jumat (1/12/2023). TPST ini mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 60 ton per hari. Sampah yang dibuang disini akan menggunakan metode maggotisasi. Sedangkan untuk sampah anorganik akan digunakan menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF). Pembangunan TPST Gedebage targetnya pada 4 Desember 2023 sudah operasional. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage, di Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jumat (1/12/2023). TPST ini mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 60 ton per hari. Sampah yang dibuang disini akan menggunakan metode maggotisasi. Sedangkan untuk sampah anorganik akan digunakan menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF). Pembangunan TPST Gedebage targetnya pada 4 Desember 2023 sudah operasional. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Petugas memasang mesin gibrik saat proses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage, di Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jumat (1/12/2023). TPST ini mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 60 ton per hari. Sampah yang dibuang disini akan menggunakan metode maggotisasi. Sedangkan untuk sampah anorganik akan digunakan menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF). Pembangunan TPST Gedebage targetnya pada 4 Desember 2023 sudah operasional. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Petugas memasang mesin gibrik saat proses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage, di Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jumat (1/12/2023). TPST ini mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 60 ton per hari. Sampah yang dibuang disini akan menggunakan metode maggotisasi. Sedangkan untuk sampah anorganik akan digunakan menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF). Pembangunan TPST Gedebage targetnya pada 4 Desember 2023 sudah operasional. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

Petugas memasang mesin gibrik saat proses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage, di Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jumat (1/12/2023). TPST ini mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 60 ton per hari. Sampah yang dibuang disini akan menggunakan metode maggotisasi. Sedangkan untuk sampah anorganik akan digunakan menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF). Pembangunan TPST Gedebage targetnya pada 4 Desember 2023 sudah operasional. (FOTO : Edi Yusuf/Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Proses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage di Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jumat (1/12/2023). TPST ini mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 60 ton per hari.

Sampah yang dibuang disini akan menggunakan metode maggotisasi. Sedangkan, untuk sampah anorganik akan digunakan menjadi bahan bakar alternatif (refuse derived fuel/RDF). Pembangunan TPST Gedebage ditargetkan sudah bisa beroperasi pada 4 Desember 2023.

sumber : Republika
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement