Rabu 10 Jan 2024 22:31 WIB

PVMBG Menaikkan Status Gunung Api Lewotobi Menjadi Awas

Suara gemuruh gunung dan dentuman juga sangat tinggi..

Red: Tahta Aidilla

Gunung Lewotobi Laki-laki mengeluarkan material vulkanik yang teramati dari Desa Pululera di Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (10/1/2024). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung api Lewotobi Laki-laki dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada Selasa (9/1/2024) pukul 23:00 WITA. (FOTO : ANTARA FOTO/Mega Tokan)

Gunung Lewotobi Laki-laki mengeluarkan material vulkanik yang teramati dari Desa Pululera di Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (10/1/2024). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung api Lewotobi Laki-laki dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada Selasa (9/1/2024) pukul 23:00 WITA. (FOTO : ANTARA FOTO/Mega Tokan)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, WULANGGITANG -- Gunung Lewotobi Laki-laki mengeluarkan material vulkanik yang teramati dari Desa Pululera di Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (10/1/2024).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca kenaikan level dari Siaga menjadi Awas.

"Sejak dinaikkan tingkat aktivitas pada tanggal 9 Januari 2024 pukul 23.00 WITA, terlihat aktivitas erupsi semakin tinggi, suara gemuruh dan dentuman juga sangat tinggi, lalu mulai terlihat besarnya erupsi," kata Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki PVMBG, Iing Kusnadi, di Wulanggitang, Flores Timur, Rabu malam.

Ia menjelaskan adanya aktivitas lava keluar secara intens pada rekahan sebelah utara-barat laut. Selain itu terlihat luncuran batuan dari puncak erupsi menuju arah timur-timur laut dari Desa Nobo dan Nurabelen sejauh 2 kilometer.

Oleh karena itu, antisipasi yang dilakukan yakni menjauhi wilayah yang berada dalam radius sektoral 5 kilometer itu.

Salah satu upaya yakni evakuasi masyarakat dari Desa Dulipali yang berpotensi menjadi daerah aliran lahar ke tempat yang lebih aman untuk menghindari ancaman atau risiko dari erupsi yang terus menerus terjadi.

sumber : ANTARA FOTO/Mega Tokan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement