Pengungsi menunggu air bersih di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (28/12/2025). Hingga hari 32 pascabencana banjir bandang akibat luapan sungai Tamiang kebutuhan air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan mendesak bagi warga da? pengungsi di kabupaten Aceh Tamiang meski Pemerintah bersama berbagai lembaga swadaya masyarakat terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Warga menggunakan air lumpur untuk mencuci tangan di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (28/12/2025). Hingga hari 32 pascabencana banjir bandang akibat luapan sungai Tamiang kebutuhan air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan mendesak bagi warga da? pengungsi di kabupaten Aceh Tamiang meski Pemerintah bersama berbagai lembaga swadaya masyarakat terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. (FOTO : ANTARA FOTO)
Warga dan pengungsi mengambil air bersih yang didistribusikan Pemerimtah dan lembaga sipil di Desa Dalam, Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (28/12/2025). Hingga hari 32 pascabencana banjir bandang akibat luapan sungai Tamiang kebutuhan air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan mendesak bagi warga da? pengungsi di kabupaten Aceh Tamiang meski Pemerintah bersama berbagai lembaga swadaya masyarakat terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TAMIANG -- Pengungsi menunggu air bersih di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (28/12/2025).
Hingga hari 32 pascabencana banjir bandang akibat luapan sungai Tamiang kebutuhan air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan mendesak bagi warga dań pengungsi di kabupaten Aceh Tamiang meski Pemerintah bersama berbagai lembaga swadaya masyarakat terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut.
sumber : Antara Foto