Ahad 11 Jan 2026 20:00 WIB

Minat Baca Rendah, Penjualan Buku Fisik Terus Menurun

Jumlah penerbit aktif turun dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit.

Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto

Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial, (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial, (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial, (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial, (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial, (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial, (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial, (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial, (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026).

Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit.

Baca Juga

Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement