Cuaca Ekstrem, Nelayan Muara Baru Jakarta Pilih Libur Melaut
Nelayan memanfaatkan jeda melaut untuk melakukan perbaikan kapal.
Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026). Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang. Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026).
Sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melautnya karena cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di perairan.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh puncak musim baratan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang.
Sebagian nelayan memilih memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada badan kapal hingga alat tangkap.
sumber : Republika