Wisatawan berkunjung di Benteng Pendem Ambarawa atau Benteng Fort Willem I, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026). Kompleks situs cagar budaya tersebut kembali dibuka untuk masyarakat umum setelah direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran sebesar Rp156,8 miliar, yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan sektor wisata sejarah Jawa Tengah. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Wisatawan berkunjung di Benteng Pendem Ambarawa atau Benteng Fort Willem I, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026). Kompleks situs cagar budaya tersebut kembali dibuka untuk masyarakat umum setelah direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran sebesar Rp156,8 miliar, yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan sektor wisata sejarah Jawa Tengah. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Wisatawan menyiapkan gawainya saat berkunjung di Benteng Pendem Ambarawa atau Benteng Fort Willem I, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026). Kompleks situs cagar budaya tersebut kembali dibuka untuk masyarakat umum setelah direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran sebesar Rp156,8 miliar, yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan sektor wisata sejarah Jawa Tengah. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Wisatawan berkunjung di Benteng Pendem Ambarawa atau Benteng Fort Willem I, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026). Kompleks situs cagar budaya tersebut kembali dibuka untuk masyarakat umum setelah direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran sebesar Rp156,8 miliar, yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan sektor wisata sejarah Jawa Tengah. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wisatawan berkunjung di Benteng Pendem Ambarawa atau Benteng Fort Willem I, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026).
Kompleks situs cagar budaya tersebut kembali dibuka untuk masyarakat umum setelah direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran sebesar Rp156,8 miliar, yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan sektor wisata sejarah Jawa Tengah.
sumber : Antara Foto