Peneliti mengambil sampel air Sungai Brantas di Kelurahan Dinoyo, Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026). Penelitian yang dilakukan tim Universitas Brawijaya di puluhan titik Sungai Brantas dari hulu hingga hilir tersebut menemukan kandungan mikroplastik dengan konsentrasi berkisar antara 2 hingga 40 partikel per liter air, sehingga peneliti merekomendasikan pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk menetapkan standar baku mutu pencemaran mikroplastik guna melindungi kualitas air karena dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat. (FOTO : ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Peneliti mengambil sampel air Sungai Brantas dengan latar tumpukan sampah plastik saat penelitian mikroplastik di Dinoyo, Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026). Penelitian yang dilakukan tim Universitas Brawijaya di puluhan titik Sungai Brantas dari hulu hingga hilir tersebut menemukan kandungan mikroplastik dengan konsentrasi berkisar antara 2 hingga 40 partikel per liter air, sehingga peneliti merekomendasikan pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk menetapkan standar baku mutu pencemaran mikroplastik guna melindungi kualitas air karena dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat. (FOTO : ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Peneliti melakukan pemisahan bahan organik dari sampel air Sungai Brantas dalam penelitian mikroplastik di Laboratorium Hidrobiologi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026). Penelitian yang dilakukan di puluhan titik Sungai Brantas dari hulu hingga hilir tersebut menemukan kandungan mikroplastik dengan konsentrasi berkisar antara 2 hingga 40 partikel per liter air, sehingga peneliti merekomendasikan pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk menetapkan standar baku mutu pencemaran mikroplastik guna melindungi kualitas air karena dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat. (FOTO : ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Peneliti mengambil sampel air Sungai Brantas di Kelurahan Dinoyo, Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026).
Penelitian yang dilakukan tim Universitas Brawijaya di puluhan titik Sungai Brantas dari hulu hingga hilir tersebut menemukan kandungan mikroplastik dengan konsentrasi berkisar antara 2 hingga 40 partikel per liter air, sehingga peneliti merekomendasikan pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk menetapkan standar baku mutu pencemaran mikroplastik guna melindungi kualitas air karena dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat.
sumber : Antara Foto