Jumat 30 Jan 2026 22:00 WIB

Aksi Teatrikal Seniman Pantomim Suarakan Solidaritas untuk Primata

Aksi tersebut menyoroti deforestasi yang menghancurkan habitat hidup primata.

Rep: Edi Yusuf/ Red: Edwin Dwi Putranto

Bertepatan dengan Hari Primata Indonesia 2026, seorang seniman pantomim, Wanggi Hoed melakukan aksi teaterikal Solidaritas untuk Primata dari Bandung Menggugat di Tugu Maung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (30/1/2026). Aksi tersebut menyoroti ekosida, dan deforestasi yang menghancurkan habitat hidup primata, serta terjadi eksploitatif besar-besaran terhadap primata seperti jenis monyet dan beruk. Mereka diburu, disiksa dan diekspor untuk percobaan biomedis. (FOTO : Edi Yusuf)

Bertepatan dengan Hari Primata Indonesia 2026, seorang seniman pantomim, Wanggi Hoed melakukan aksi teaterikal Solidaritas untuk Primata dari Bandung Menggugat di Tugu Maung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (30/1/2026). Aksi tersebut menyoroti ekosida, dan deforestasi yang menghancurkan habitat hidup primata, serta terjadi eksploitatif besar-besaran terhadap primata seperti jenis monyet dan beruk. Mereka diburu, disiksa dan diekspor untuk percobaan biomedis. (FOTO : Edi Yusuf)

Bertepatan dengan Hari Primata Indonesia 2026, seorang seniman pantomim, Wanggi Hoed melakukan aksi teaterikal Solidaritas untuk Primata dari Bandung Menggugat di Tugu Maung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (30/1/2026). Aksi tersebut menyoroti ekosida, dan deforestasi yang menghancurkan habitat hidup primata, serta terjadi eksploitatif besar-besaran terhadap primata seperti jenis monyet dan beruk. Mereka diburu, disiksa dan diekspor untuk percobaan biomedis. (FOTO : Edi Yusuf)

Bertepatan dengan Hari Primata Indonesia 2026, seorang seniman pantomim, Wanggi Hoed melakukan aksi teaterikal Solidaritas untuk Primata dari Bandung Menggugat di Tugu Maung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (30/1/2026). Aksi tersebut menyoroti ekosida, dan deforestasi yang menghancurkan habitat hidup primata, serta terjadi eksploitatif besar-besaran terhadap primata seperti jenis monyet dan beruk. Mereka diburu, disiksa dan diekspor untuk percobaan biomedis. (FOTO : Edi Yusuf)

Bertepatan dengan Hari Primata Indonesia 2026, seorang seniman pantomim, Wanggi Hoed melakukan aksi teaterikal Solidaritas untuk Primata dari Bandung Menggugat di Tugu Maung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (30/1/2026). Aksi tersebut menyoroti ekosida, dan deforestasi yang menghancurkan habitat hidup primata, serta terjadi eksploitatif besar-besaran terhadap primata seperti jenis monyet dan beruk. Mereka diburu, disiksa dan diekspor untuk percobaan biomedis. (FOTO : Edi Yusuf)

Seorang anak melihat poster penderitaan hewan primata saat aksi seni Solidaritas untuk Primata dari Bandung Menggugat, bertepatan dengan Hari Primata Indonesia 2026 di Tugu Maung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (30/1/2026). Aksi tersebut menyoroti ekosida, dan deforestasi yang menghancurkan habitat hidup primata, serta terjadi eksploitatif besar-besaran terhadap primata seperti jenis monyet dan beruk. Mereka diburu, disiksa dan diekspor untuk percobaan biomedis. (FOTO : Edi Yusuf)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bertepatan dengan Hari Primata Indonesia 2026, seorang seniman pantomim, Wanggi Hoed melakukan aksi teaterikal Solidaritas untuk Primata dari Bandung Menggugat di Tugu Maung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (30/1/2026).

Aksi tersebut menyoroti ekosida, dan deforestasi yang menghancurkan habitat hidup primata, serta terjadi eksploitatif besar-besaran terhadap primata seperti jenis monyet dan beruk. Mereka diburu, disiksa dan diekspor untuk percobaan biomedis.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement