Selasa 03 Feb 2026 08:00 WIB

Habis Hujan, Terbitlah Lubang Jalanan di Jakarta

Banjir dan genangan membuat kerusakan di sejumlah titik jalan di Jakarta.

Red: Edwin Dwi Putranto

Pengendara melintasi jalan berlubang di Jalan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (2/2/2026). Banjir dan genangan air yang disebabkan tingginya curah hujan beberapa pekan terakhir membuat kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah titik jalan di Jakarta. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Tak hanya mengganggu kenyamanan, kerusakan infrastruktur, seperti jalan berlubang dan permukaan yang tidak rata, juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Data Ditlantas Polda Metro Jaya dari 1-28 Januari 2026, terdapat 27 kejadian kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang, dimana satu di antaranya menimbulkan korban tewas. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pengendara melintasi jalan berlubang di Jalan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Menurut warga setempat, kondisi jalan rusak tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dalam merespon persoalan kerusakan jalan yang ditimbulkan akibat banjir dan genangan air. Sejak awal Januari 2026, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah menangani sekitar 6.000 titik jalan berlubang di Jakarta. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Perbaikan jalan berlubang yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Perbaikan permanen akan dilakukan setelah intensitas hujan di Jakarta menurun. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Satpel Bina Marga di tingkat kecamatan hingga satgas pasukan kuning juga rutin memantau kondisi jalan dan melakukan penanganan cepat apabila ditemukan kerusakan baru. Setiap titik jalan yang membutuhkan perbaikan akan langsung ditangani. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Bagi masyarakat yang melihat adanya kerusakan jalan di Jakarta juga dapat melaporkan ke beberapa kanal pengaduan resmi yang disediakan Pemprov DKI Jakarta, seperti melalui aplikasi JAKI atau menghubungi Posko Dinas Bina Marga melalui hotline 021-3844444. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengendara melintasi jalan berlubang di Jalan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (2/2/2026).

Genangan air dan banjir yang disebabkan tingginya curah hujan di Jakarta membuat kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah titik.

Baca Juga

Tak hanya mengganggu kenyamanan, kerusakan infrastruktur, seperti jalan berlubang dan permukaan yang tidak rata, juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ditlantas Polda Metro Jaya mengungkapkan banyaknya jalanan berlubang di Jakarta telah menyebabkan kecelakaan lalu lintas beberapa hari terakhir.

Data dari 1-28 Januari 2026, terdapat 27 kejadian kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang, dimana satu di antaranya menimbulkan korban tewas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dalam merespon persoalan kerusakan jalan yang ditimbulkan akibat banjir dan genangan air. Sejak awal Januari 2026, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah menangani sekitar 6.000 titik jalan berlubang di Jakarta.

Perbaikan jalan berlubang yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Perbaikan permanen akan dilakukan setelah intensitas hujan di Jakarta menurun.

Satpel Bina Marga di tingkat kecamatan hingga satgas pasukan kuning juga rutin memantau kondisi jalan dan melakukan penanganan cepat apabila ditemukan kerusakan baru. Setiap titik jalan yang membutuhkan perbaikan akan langsung ditangani.

Bagi masyarakat yang melihat adanya kerusakan jalan di Jakarta juga dapat melaporkan ke beberapa kanal pengaduan resmi yang disediakan Pemprov DKI Jakarta, seperti melalui aplikasi JAKI atau menghubungi Posko Dinas Bina Marga melalui hotline 021-3844444.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement