REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun 2025 menegaskan posisi halal value chain (HVC) sebagai mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional. HVC tumbuh 6,21% (yoy), meningkat dari 4,0% tahun sebelumnya, dengan kontribusi melampaui 27% PDB. Sektor pariwisata ramah muslim mencatat pertumbuhan tertinggi 8,04%, sementara makanan-minuman halal tumbuh 6,38% dan pertanian melonjak ke 5,57%.
Ekspor mamin halal mencapai USD 53,4 miliar dengan surplus signifikan. Di sisi keuangan, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,66% dengan kualitas terjaga. Outstanding SBSN menembus Rp1.703 triliun atau 20% SBN. Keuangan sosial pun menguat, dengan CWLS menghimpun Rp1,16 triliun hingga 2025.