Selasa 31 Mar 2026 06:00 WIB

BMKG Prediksi 57,2 Persen Wilayah di Indonesia Akan Hadapi Kemarau Panjang

Sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026.

Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto

Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati layar yang menampilkan ilustrasi El Nino di Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026). BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026 yang diawali di Nusa Tenggara dan bertahap dialami wilayah lain. Puncak musim kemarau diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, BMKG menyimpulkan 57,2 persen wilayah Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang 2026. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati alat Campbell-Stokes untuk mengukur penyinaran matahari di Taman Alat Meteorologi, Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026). BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026 yang diawali di Nusa Tenggara dan bertahap dialami wilayah lain. Puncak musim kemarau diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, BMKG menyimpulkan 57,2 persen wilayah Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang 2026. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati layar yang menampilkan citra satelit cuaca wilayah Indonesia di Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026). BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026 yang diawali di Nusa Tenggara dan bertahap dialami wilayah lain. Puncak musim kemarau diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, BMKG menyimpulkan 57,2 persen wilayah Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang 2026. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati alat evaporimeter untuk mengukur penguapan air di Taman Alat Meteorologi, Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026). BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026 yang diawali di Nusa Tenggara dan bertahap dialami wilayah lain. Puncak musim kemarau diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, BMKG menyimpulkan 57,2 persen wilayah Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang 2026. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati alat evaporimeter untuk mengukur penguapan air di Taman Alat Meteorologi, Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026). BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026 yang diawali di Nusa Tenggara dan bertahap dialami wilayah lain. Puncak musim kemarau diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, BMKG menyimpulkan 57,2 persen wilayah Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang 2026. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati alat sangkar meteorologi untuk mengukur kelembaban udara di Taman Alat Meteorologi, Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026). BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026 yang diawali di Nusa Tenggara dan bertahap dialami wilayah lain. Puncak musim kemarau diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, BMKG menyimpulkan 57,2 persen wilayah Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang 2026. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati alat Campbell-Stokes untuk mengukur penyinaran matahari di Taman Alat Meteorologi, Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026).

BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026 yang diawali di Nusa Tenggara dan bertahap dialami wilayah lain.

Puncak musim kemarau diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, BMKG menyimpulkan 57,2 persen wilayah Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang 2026.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement