Jumat 17 Apr 2026 21:00 WIB

Aktivis Hewan Tolak Pendanaan Peternakan Intensif

World Bank didesak beralih ke pendanaan yang memperhatikan keberlanjutan bumi.

Red: Edwin Dwi Putranto

Sejumlah aktivis hewan melakukan aksi di depan Kantor World Bank, Indonesia Stock Exchange Building, kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Aksi yang digelar oleh Act for Farmed Animals (AFFA) bersama koalisi Stop Financing Factory Farming tersebut mendesak World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bumi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah aktivis hewan melakukan aksi di depan Kantor World Bank, Indonesia Stock Exchange Building, kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Aksi yang digelar oleh Act for Farmed Animals (AFFA) bersama koalisi Stop Financing Factory Farming tersebut mendesak World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bumi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah aktivis hewan melakukan aksi di depan Kantor World Bank, Indonesia Stock Exchange Building, kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Aksi yang digelar oleh Act for Farmed Animals (AFFA) bersama koalisi Stop Financing Factory Farming tersebut mendesak World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bumi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah aktivis hewan melakukan aksi di depan Kantor World Bank, Indonesia Stock Exchange Building, kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Aksi yang digelar oleh Act for Farmed Animals (AFFA) bersama koalisi Stop Financing Factory Farming tersebut mendesak World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bumi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah aktivis hewan melakukan aksi di depan Kantor World Bank, Indonesia Stock Exchange Building, kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Aksi yang digelar oleh Act for Farmed Animals (AFFA) bersama koalisi Stop Financing Factory Farming tersebut mendesak World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bumi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah aktivis hewan melakukan aksi di depan Kantor World Bank, Indonesia Stock Exchange Building, kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Aksi yang digelar oleh Act for Farmed Animals (AFFA) bersama koalisi Stop Financing Factory Farming tersebut mendesak World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bumi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah aktivis hewan melakukan aksi di depan Kantor World Bank, Indonesia Stock Exchange Building, kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Aksi yang digelar oleh Act for Farmed Animals (AFFA) bersama koalisi Stop Financing Factory Farming tersebut mendesak World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bumi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah aktivis hewan melakukan aksi di depan Kantor World Bank, Indonesia Stock Exchange Building, kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Aksi yang digelar oleh Act for Farmed Animals (AFFA) bersama koalisi Stop Financing Factory Farming tersebut mendesak World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bumi. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah aktivis hewan melakukan aksi di depan Kantor World Bank, Indonesia Stock Exchange Building, kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Aksi yang digelar oleh Act for Farmed Animals (AFFA) bersama koalisi Stop Financing Factory Farming tersebut mendesak World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bumi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement