Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo (tengah) berbincang dengan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy (kanan) dan Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI Hasanudin (kiri) sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). RUPST BSI menetapkan dividen tunai Rp1,51 triliun atau 20 persen dari total laba bersih sehingga dividen per lembar saham menjadi Rp32,81 atau naik 44,02 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp22,78. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo (kiri) berbincang dengan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy (kanan) sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). RUPST BSI menetapkan dividen tunai Rp1,51 triliun atau 20 persen dari total laba bersih sehingga dividen per lembar saham menjadi Rp32,81 atau naik 44,02 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp22,78. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). RUPST BSI menetapkan dividen tunai Rp1,51 triliun atau 20 persen dari total laba bersih sehingga dividen per lembar saham menjadi Rp32,81 atau naik 44,02 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp22,78. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo bersama jajaran komisaris dan direksi berfoto bersama sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). RUPST BSI tersebut menetapkan dividen tunai Rp1,51 triliun atau 20 persen dari total laba bersih sehingga dividen per lembar saham menjadi Rp32,81 atau naik 44,02 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp22,78. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
RUPST BSI menetapkan dividen tunai Rp1,51 triliun atau 20 persen dari total laba bersih sehingga dividen per lembar saham menjadi Rp32,81 atau naik 44,02 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp22,78.
sumber : Republika