Selasa 12 May 2026 17:40 WIB

Sampah Organik di Pasar Kramat Jati Jakarta Diolah Jadi Kompos dalam Dua Jam

Pasar Kramat Jati terapkan pengolahan sampah organik berteknologi hidrotermal.

Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto

Petugas mengoperasikan mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pengolahan sampah organik dengan teknologi hidrotermal tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, khususnya di pasar tradisional yang setiap hari menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas menimbang sampah untuk diolah dengan mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta. Penggunaan teknologi hidrotermal mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik dari metode konvensional yang memerlukan waktu sekitar tujuh hingga 10 hari menjadi hanya dua jam dalam setiap proses pengolahan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas mengoperasikan mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta. Pengolahan sampah organik ini juga menjadi langkah konkret Pemprov DKI Jakarta dalam mengimplementasikan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah di Jakarta. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas menata pupuk kompos hasil dari mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta. Penggunaan teknologi hidrotermal mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik dari metode konvensional yang memerlukan waktu sekitar tujuh hingga 10 hari menjadi hanya dua jam dalam setiap proses pengolahan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas menata pupuk kompos hasil dari mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta. Pengolahan sampah organik dengan teknologi hidrotermal tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, khususnya di pasar tradisional yang setiap hari menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas menunjukkan pupuk kompos yang merupakan hasil dari mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta. Pengolahan sampah organik ini juga menjadi langkah konkret Pemprov DKI Jakarta dalam mengimplementasikan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah di Jakarta. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas mengoperasikan mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta. Pengolahan sampah organik dengan teknologi hidrotermal tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, khususnya di pasar tradisional. (FOTO : Republika/Prayogi)

Petugas menunjukkan pupuk cair yang merupakan hasil dari mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta. Pengolahan sampah organik ini juga menjadi langkah konkret Pemprov DKI Jakarta dalam mengimplementasikan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah di Jakarta. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas menata pupuk kompos hasil dari mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Pengolahan sampah organik dengan teknologi hidrotermal tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, khususnya di pasar tradisional yang setiap hari menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar.

Penggunaan teknologi hidrotermal mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik dari metode konvensional yang memerlukan waktu sekitar tujuh hingga 10 hari menjadi hanya dua jam dalam setiap proses pengolahan.

Pengolahan sampah organik ini juga menjadi langkah konkret Pemprov DKI Jakarta dalam mengimplementasikan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah di Jakarta.

 

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement