Ahad 07 Jun 2026 20:16 WIB

Tambang Pasir di Sungai Batang Anai Dikeluhkan Warga, Picu Erosi dan Pendangkalan Sungai

Aktivitas galian C di Sungai Batang Anai picu ketidakseimbangan sedimen.

Red: Edwin Dwi Putranto

Aktivitas penambangan pasir di Sungai Batang Anai, Nagari Sikabu, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Ahad (7/6/2026). Aktivitas galian C sepanjang sungai itu meresahkan warga karena memicu ketidakseimbangan sedimen, erosi tebing yang parah, dan pendangkalan sungai yang memperburuk dampak bencana banjir bandang. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)

Aktivitas penambangan pasir di Sungai Batang Anai, Nagari Sikabu, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Ahad (7/6/2026). Aktivitas galian C sepanjang sungai itu meresahkan warga karena memicu ketidakseimbangan sedimen, erosi tebing yang parah, dan pendangkalan sungai yang memperburuk dampak bencana banjir bandang. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)

Foto udara aktivitas penambangan pasir di Sungai Batang Anai, Nagari Sikabu, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Ahad (7/6/2026). Aktivitas galian C sepanjang sungai itu meresahkan warga karena memicu ketidakseimbangan sedimen, erosi tebing yang parah, dan pendangkalan sungai yang memperburuk dampak bencana banjir bandang. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- Aktivitas penambangan pasir di Sungai Batang Anai, Nagari Sikabu, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Ahad (7/6/2026).

Aktivitas galian C sepanjang sungai itu meresahkan warga karena memicu ketidakseimbangan sedimen, erosi tebing yang parah, dan pendangkalan sungai yang memperburuk dampak bencana banjir bandang.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement