Selasa 16 Jun 2026 15:00 WIB

Tujuh Bulan Pascabanjir, Nelayan Padang Masih Kesulitan Melaut Akibat Pendangkalan Sungai

Nelayan di Padang terdampak pendangkalan sungai akibat sedimentasi.

Red: Edwin Dwi Putranto

Nelayan berada di tepi sungai yang mengalami pendangkalan di banjir kanal Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/6/2026). Pascabencana banjir bandang 7 bulan lalu, nelayan di kawasan Air Tawar dan Ulak Karang Utara kesulitan melaut karena pendangkalan sungai oleh sedimentasi lumpur yang menumpuk di tepi hingga di tengah sungai sehingga menghambat perahu untuk berlayar. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)

Nelayan memperbaiki perahunya di atas sungai yang mengalami pendangkalan di banjir kanal Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/6/2026). Pascabencana banjir bandang 7 bulan lalu, nelayan di kawasan Air Tawar dan Ulak Karang Utara kesulitan melaut karena pendangkalan sungai oleh sedimentasi lumpur yang menumpuk di tepi hingga di tengah sungai sehingga menghambat perahu untuk berlayar. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)

Nelayan memperbaiki perahunya di atas sungai yang mengalami pendangkalan di banjir kanal Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/6/2026). Pascabencana banjir bandang 7 bulan lalu, nelayan di kawasan Air Tawar dan Ulak Karang Utara kesulitan melaut karena pendangkalan sungai oleh sedimentasi lumpur yang menumpuk di tepi hingga di tengah sungai sehingga menghambat perahu untuk berlayar. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Nelayan berada di tepi sungai yang mengalami pendangkalan di banjir kanal Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/6/2026).

Pascabencana banjir bandang 7 bulan lalu, nelayan di kawasan Air Tawar dan Ulak Karang Utara kesulitan melaut karena pendangkalan sungai oleh sedimentasi lumpur yang menumpuk di tepi hingga di tengah sungai sehingga menghambat perahu untuk berlayar.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement