Fenomena strawberry moon atau bulan purnama stroberi terlihat di atas Nafplio, Peloponnese, Yunani, Selasa (30/6/2026). Langit malam di berbagai belahan dunia pada penghujung Juni 2026 dihiasi fenomena Strawberry Moon, bulan purnama yang menjadi salah satu peristiwa astronomi paling dinantikan setiap tahun. (FOTO : EPA/BOUGIOTIS EVAGELOS)
Fenomena strawberry moon atau bulan purnama stroberi terlihat di langit Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (30/6/2026). Meski namanya identik dengan buah stroberi, bulan ini tidak berwarna merah muda. Sebutan tersebut berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara yang menjadikan purnama Juni sebagai penanda musim panen stroberi liar. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
Sebuah pesawat terlihat melintas di depan fenomena strawberry moon atau bulan purnama stroberi yang terlihat di kota Alcala de Henares, wilayah Madrid, Spanyol, Senin (29/6/2026) waktu setempat. Masyarakat menikmati kemunculan Strawberry Moon yang tampak rendah di cakrawala sesaat setelah matahari terbenam. Cahaya keemasan yang menyelimuti bulan menjadi daya tarik bagi para pengamat langit dan fotografer. (FOTO : EPA/FERNANDO VILLAR)
Fenomena strawberry moon atau bulan purnama stroberi terlihat di kota Longares, Aragon, Spanyol, Senin (29/6/2026) waktu setempat. Saat berada dekat cakrawala, Strawberry Moon sering tampak lebih besar dengan warna jingga hingga kemerahan. Fenomena tersebut bukan karena ukuran bulan berubah, melainkan efek atmosfer Bumi dan ilusi optik yang membuat bulan terlihat lebih dramatis. (FOTO : EPA/JAVIER BELVER)
Fenomena strawberry moon atau bulan purnama stroberi terlihat di atas Pegunungan Tatra Polandia dekat Zakopane, Polandia, Selasa (30/6/2026). Kemunculan Strawberry Moon menjadi salah satu fenomena astronomi yang paling dinantikan setiap tahun. Langit cerah memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati bulan purnama tanpa memerlukan teleskop atau peralatan khusus. (FOTO : EPA/Grzegorz Momot)
Fenomena strawberry moon atau bulan purnama stroberi terlihat di balik patung Jan Zizka di Monumen Nasional Vitkov di Praha, Republik Ceko, Senin (29/6/2026) waktu setempat. Di berbagai budaya, purnama Juni memiliki makna yang berbeda. Selain dikenal sebagai Strawberry Moon, sebagian masyarakat Eropa menyebutnya Honey Moon atau Mead Moon, karena bertepatan dengan musim panen madu dan awal musim panas. (FOTO : EPA/MARTIN DIVISEK)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langit malam di berbagai belahan dunia pada penghujung Juni 2026 dihiasi fenomena Strawberry Moon, bulan purnama yang menjadi salah satu peristiwa astronomi paling dinantikan setiap tahun. Mulai dari Indonesia, hingga sejumlah negara Eropa, masyarakat mengabadikan kemunculan bulan purnama yang tampak memikat di ufuk timur sesaat setelah matahari terbenam.
Meski disebut Strawberry Moon atau Bulan Stroberi, fenomena ini tidak membuat bulan berubah menjadi merah muda seperti buah stroberi. Nama tersebut berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara yang menjadikan purnama Juni sebagai penanda musim panen stroberi liar. Di Eropa, bulan purnama ini juga dikenal sebagai Honey Moon atau Mead Moon, karena bertepatan dengan musim panen madu dan pembuatan minuman fermentasi tradisional.
Tahun ini, Strawberry Moon memiliki keunikan tersendiri. Selain berstatus sebagai micromoon, yakni terjadi ketika bulan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee), bulan juga tampak menempuh lintasan yang lebih rendah di langit bagi pengamat di belahan bumi utara. Posisi tersebut membuat bulan terlihat lebih besar dan berwarna keemasan hingga jingga ketika muncul di dekat cakrawala, meski ukuran sebenarnya sedikit lebih kecil dibanding bulan purnama rata-rata. Efek tersebut merupakan ilusi optik yang dipengaruhi atmosfer Bumi.
sumber : EPA