Kamis 27 Aug 2026 14:33 WIB

Dahsyatnya Banjir Bandang Nepal, 165 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Masih Hilang

Banjir bandang menerjang distrik Rasuwa dan Nuwakot Nepal.

Red: Edwin Dwi Putranto

Petugas mengevakuasi warga lanjut usia yang menjadi korban banjir bandang di Trishuli Bazar, distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026). 165 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang setelah banjir bandang menerjang distrik Rasuwa dan Nuwakot. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

Sejumlah kendaraan rusak tertimbun banjir bandang di Trishuli Bazar, distrik Nuwakot, Nepal. Material lumpur dan bebatuan menutupi kawasan permukiman setelah banjir bandang melanda Nepal. Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap warga yang belum ditemukan di sejumlah wilayah terdampak. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

Sejumlah bangunan rusak akibat terjangan banjir bandang yang membawa material dari kawasan pegunungan. Wilayah Rasuwa menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah dalam bencana tersebut. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

Kerusakan terlihat di salah satu wilayah yang diterjang banjir bandang di Nepal. Banjir bandang turut merusak akses jalan dan jembatan sehingga menyulitkan proses evakuasi serta distribusi bantuan. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

Kerusakan infrastruktur terlihat setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah Nepal. Data pemerintah mencatat puluhan jembatan kendaraan dan jembatan gantung serta ruas jalan mengalami kerusakan akibat bencana. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

Tim penyelamat melakukan pencarian korban di tengah timbunan material banjir bandang di Nepal. Kondisi medan yang sulit dan akses yang terputus menjadi tantangan dalam operasi pencarian dan pertolongan. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

Hingga Kamis (27/8), sedikitnya 165 orang meninggal dunia akibat banjir di sejumlah wilayah terdampak. Data terbaru otoritas Nepal juga menunjukkan 579 wisatawan masih belum diketahui keberadaannya, terdiri atas 113 warga Nepal dan 466 warga negara asing. Sebanyak 85 personel keamanan juga dilaporkan masih hilang, termasuk anggota Angkatan Darat Nepal, kepolisian, dan Armed Police Force. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

Warga berada di atas rumahnya yang terdampak banjir bandang di Trishuli Bazar, distrik Nuwakot, Nepal. Korban banjir bandang Nepal tersebar di beberapa distrik. Chitwan mencatat jumlah korban meninggal terbanyak dengan 64 orang, disusul Dhading 27 orang, Nawalparasi Timur 26 orang, Gorkha 20 orang, Nuwakot 12 orang, Tanahu sembilan orang, Nawalparasi Barat lima orang, dan Rasuwa dua orang. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

Jumlah korban banjir bandang masih berpotensi berubah karena proses pencarian dan identifikasi terus dilakukan. Derasnya arus, material lumpur, kerusakan akses jalan, serta terputusnya komunikasi membuat sejumlah wilayah sulit dijangkau tim penyelamat. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

Tim gabungan terus melakukan penanganan pascabencana banjir bandang di Nepal. Pemerintah mengerahkan aparat keamanan, tim penyelamat dan helikopter untuk pencarian korban, evakuasi warga serta penyaluran bantuan ke wilayah yang terdampak. (FOTO : EPA/NARENDRA SHRESTHA)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, NEPAL -- Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Nepal dan meninggalkan kerusakan besar pada permukiman serta infrastruktur. Derasnya aliran air bercampur lumpur, batu dan material dari kawasan pegunungan menyapu wilayah di sepanjang aliran Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Kawasan Rasuwa menjadi salah satu lokasi yang terdampak parah, sementara dampaknya meluas ke sejumlah distrik di bagian tengah Nepal.

Hingga Kamis (27/8/2026), sedikitnya 165 orang tewas dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana tersebut juga merusak jalan, jembatan serta fasilitas pembangkit listrik. Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh aparat keamanan dan tim penyelamat dengan dukungan helikopter, terutama untuk menjangkau wilayah yang terisolasi akibat akses darat terputus.

sumber : EPA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement