Peserta membawakan tarian dalam Festival Lomba Tari Kreasi Betawi di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (27/8/2026). Festival tingkat Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti oleh lebih dari 20 sanggar tari dari berbagai wilayah di Jakarta. (FOTO : Republika/Prayogi)
Peserta berkoordinasi sebelum tampil dalam Festival Lomba Tari Kreasi Betawi Tingkat Provinsi DKI Jakarta. Para peserta mengembangkan koreografi secara kreatif dengan tetap mempertahankan unsur dan identitas budaya Betawi. (FOTO : Republika/Prayogi)
Peserta merias wajah sebelum tampil dalam Festival Lomba Tari Kreasi Betawi. Ajang tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal lebih dekat seni dan budaya Betawi. (FOTO : Republika/Prayogi)
Peserta menampilkan tari kreasi Betawi dengan gerakan yang dinamis di Gedung Kesenian Jakarta. Festival digelar sebagai bagian dari upaya menjaga eksistensi kesenian Betawi di tengah perkembangan zaman. (FOTO : Republika/Prayogi)
Peserta menonton peserta lainnya dalam Festival Lomba Tari Kreasi Betawi. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut mendorong sanggar dan generasi muda untuk terus mengembangkan seni tradisional tanpa meninggalkan karakter budaya Betawi. (FOTO : Republika/Prayogi)
Peserta membawakan tarian dalam Festival Lomba Tari Kreasi Betawi Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang dalam upaya melestarikan seni dan budaya Betawi. (FOTO : Republika/Prayogi)
Peserta merias wajah sebelum tampil dalam Festival Lomba Tari Kreasi Betawi. Pelestarian melalui ruang pertunjukan dan kreativitas generasi muda diharapkan membuat budaya Betawi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya. (FOTO : Republika/Prayogi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerak tari menjadi cara generasi muda menjaga denyut budaya Betawi di tengah perubahan zaman. Sebanyak lebih dari 20 sanggar tari mengikuti Festival Lomba Tari Kreasi Betawi tingkat Provinsi DKI Jakarta di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Para peserta tidak hanya menampilkan tari dengan gerakan dan koreografi yang atraktif, tetapi juga diberi ruang untuk berkreasi dengan tetap mempertahankan unsur serta identitas budaya Betawi. Festival ini menjadi salah satu upaya melestarikan seni tradisional sekaligus mendorong generasi muda agar terus mengenal, mengembangkan, dan mewariskan budaya Betawi.
sumber : Republika