Jumat 28 Aug 2026 20:33 WIB

Lebih dari 3 Dekade, Pelajar di Bandung Barat Andalkan Rakit untuk Berangkat Sekolah

Berangkat sekolah dengan rakit dilakukan untuk mempersingkat waktu tempuh.

Rep: Ferry Bangkit/ Red: Edwin Dwi Putranto

Sejumlah siswa SDN Budiharja menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). Selama lebih dari tiga dekade, rakit menjadi akses penting bagi warga dan pelajar Kampung Sadang serta Kampung Gombong untuk bersekolah dan beraktivitas. (FOTO : Ferry Bangkit Rizki/Republika)

Rakit menjadi salah satu akses siswa menuju sekolah dari kawasan permukiman di seberang waduk untuk mempersingkat waktu tempuh. (FOTO : ANTARA FOTO/Abdan Syakura)

Selain pelajar, warga setempat juga memanfaatkan rakit untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Jalur air menjadi pilihan warga karena dapat memangkas waktu perjalanan dibandingkan harus memutar melalui jalur darat. (FOTO : Ferry Bangkit Rizki/Republika)

Melalui jalur air, perjalanan yang ditempuh sekitar 10 menit menjadi lebih efisien dibandingkan perjalanan darat selama 30 menit hingga satu jam. (FOTO : Ferry Bangkit Rizki/Republika)

Sejumlah siswa SDN Budiharja menyeberangi perairan Waduk Saguling menggunakan rakit di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). Sejumlah siswa dan warga dari Kampung Sadang serta Kampung Gombong sejak tahun 1990 terpaksa menyeberangi perairan Waduk Saguling menggunakan rakit atau perahu untuk sekolah serta beraktivitas sehari-hari guna memangkas waktu perjalanan menjadi 10 menit dibandingkan dengan jalur darat yang mencapai 30 menit hingga satu jam. (FOTO : Ferry Bangkit/Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Lebih dari tiga dekade, rakit menjadi bagian dari perjalanan siswa dan warga Kampung Sadang serta Kampung Gombong untuk beraktivitas sehari-hari. Sejumlah siswa SDN Budiharja menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Rute menyeberangi waduk dipilih karena lebih cepat. Perjalanan menggunakan rakit hanya sekitar 10 menit, sedangkan melalui jalur darat dapat memakan waktu 30 menit hingga satu jam. Kebiasaan tersebut telah berlangsung sejak sekitar 1990, ketika keberadaan Waduk Saguling mengubah akses perjalanan warga di kawasan tersebut.

sumber : Republika, Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement