Rabu 02 Sep 2026 16:30 WIB

Gunung Sinabung Berstatus Siaga, 650 Warga Mengungsi

aktivitas Gunung Sinabung masih berada di level III.

Red: Edwin Dwi Putranto

Gunung Sinabung menyemburkan abu vulkanik di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2026). Aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada Level III atau Siaga, sehingga masyarakat dan wisatawan diimbau menjauh dari kawasan puncak gunung. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Seorang anak memasangkan masker ke temannya di posko pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026). Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengevakuasi 650 warga Desa Kuta Tengah ke posko tersebut setelah Gunung Sinabung erupsi pada Senin (31/8). (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Gunung Sinabung menyemburkan abu vulkanik di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2026). Pusat Vulcanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan pada periode Rabu (2/9) pukul 06:00 WIB aktivitas Gunung Sinabung masih berada di level III atau siaga pada kegempaan Hybrid sebanyak lima kali amplitudo dan vulkanik dalam empat kali amplitudo. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, KARO -- Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih berada pada Level III atau Siaga setelah kembali erupsi pada Senin (31/8/2026). Pada Rabu (2/9), gunung tersebut masih menyemburkan abu vulkanik, sementara ratusan warga terdampak erupsi bertahan di posko pengungsian. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebelumnya mengevakuasi sekitar 650 warga Desa Kuta Tengah ke posko pengungsian di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di sekitar puncak Gunung Sinabung karena aktivitas kegempaan masih menunjukkan adanya aktivitas vulkanik. Di tengah kondisi tersebut, warga di pengungsian berupaya menjaga kesehatan dan melindungi diri dari paparan abu vulkanik.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement