Pengembangan Ekosistem Usaha bagi Solopreneur
Bank Saqu perluas ekosistem solopreneur melalui The Founders Club.
Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto
CEO Otten Coffee Jhoni Kusno (kiri), Relationship Banking Director Bank Saqu Hendrik Komandangi (tengah) dan Co-Founder & COO of IDN William Utomo (kanan) berbincang usai memberikan keterangan terkait Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Setelah melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur dari berbagai industri sejak 2024, program yangsebelumnya dikenal sebagai Solopreneur Academy kini berkembang dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang menghubungkan para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, serta akses terhadap solusi finansial untuk mendukung pertumbuhan usaha. (FOTO : Republika/Prayogi)
Relationship Banking Director Bank Saqu Hendrik Komandangi (kanan) bersama CEO Otten Coffee Jhoni Kusno (kiri) memberikan keterangan saatmemperkenalkan Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Setelah melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur dari berbagai industri sejak 2024, program yang sebelumnya dikenal sebagai Solopreneur Academy kini berkembang dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang menghubungkan para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, serta akses terhadap solusi finansial untuk mendukung pertumbuhan usaha. (FOTO : Republika/Prayogi)
CEO Otten Coffee Jhoni Kusno (kiri) bersama Relationship Banking Director Bank Saqu Hendrik Komandangi (kanan) memberikan keterangan saat memperkenalkan Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Setelah melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur dari berbagai industri sejak 2024, program yang sebelumnya dikenal sebagai Solopreneur Academy kini berkembang dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang menghubungkan para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, serta akses terhadap solusi finansial untuk mendukung pertumbuhan usaha. (FOTO : Republika/Prayogi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekosistem usaha bagi solopreneur terus dikembangkan untuk membantu para pelaku usaha mandiri memperluas pengetahuan, jaringan, dan peluang pertumbuhan bisnis. Pengembangan tersebut dilakukan melalui Solopreneur Society: The Founders Club yang diperkenalkan di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Program yang sebelumnya dikenal sebagai Solopreneur Academy tersebut telah melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur dari berbagai industri sejak 2024. Kini, program dikembangkan dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang menghubungkan para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, serta akses terhadap solusi finansial untuk mendukung pertumbuhan usaha.
sumber : Republika