Melihat PLTS Sei Mangkei, Langkah Pengembangan Energi Hijau di Sumatra Utara
Pertamina NRE mengembangkan ekosistem energi hijau di kawasan Sei Mangkei.
Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto
Karyawan Pertamina membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sei Mangkei, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatra Utara, Rabu (23/9/2026). Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengembangkan ekosistem energi hijau di kawasan tersebut melalui pemanfaatan energi surya dan biogas sebagai sumber energi terbarukan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Petugas melakukan pengecekan combined steel tank di area Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei. Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang di kelola oleh Pertamina NRE di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei ini mampu memenuhi sekitar 10 persen atau 7,4 megawatt kebutuhan listrik kawasan tersebut. (FOTO : Republika/Prayogi)
Karyawan Pertamina melakukan pengecekan mesin di ruang engine room PLTBg Sei Mangkei, Simalungun, Sumatra Utara, Rabu (23/9/2026). Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengembangkan ekosistem energi hijau di kawasan tersebut melalui pemanfaatan energi surya dan biogas sebagai sumber energi terbarukan. (FOTO : Republika/Prayogi)
PLTBg tersebut memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai sumber energi. (FOTO : Republika/Prayogi)
Karyawan Pertamina yang turut mendukung operasional PLTS dan PLTBg di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Berkapasitas 2,4 megawatt (MW), pembangkit tersebut mengolah biogas hasil pengolahan limbah menjadi energi listrik. Kehadiran PLTBg menjadi bagian dari pemanfaatan energi baru dan terbarukan sekaligus upaya mengurangi dampak emisi gas metana dari limbah sawit. (FOTO : Republika/Prayogi)
Salah satu pabrik yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Selain memanfaatkan POME, Pertamina NRE di Kawasan Sei Mangkei juga mengembangkan energi yang bersumber dari cahaya matahari melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 MW. (FOTO : Republika/Prayogi)
Karyawan Pertamina mengecek panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sei Mangkei, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. PLTS tersebut dikembangkan sebagai bagian dari konsep kawasan industri hijau dengan memanfaatkan energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan listrik kawasan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pohon sawit yang ada di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun. Dari limbah sawit hingga sinar matahari, dua sumber energi tersebut memperlihatkan bagaimana potensi yang ada di sekitar kawasan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi. (FOTO : Republika/Prayogi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, SIMALUNGUN -- Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengembangkan ekosistem energi hijau di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatra Utara. Salah satu upayanya dilakukan melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan perawatan panel surya secara berkala, seperti terlihat pada Rabu (23/9/2026).
Selain energi surya, pengembangan energi terbarukan di kawasan tersebut juga memanfaatkan biogas sebagai sumber energi. Pemanfaatan dua sumber energi tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan energi yang lebih bersih sekaligus mendukung kegiatan industri di KEK Sei Mangkei.
sumber : Republika