Jumat 25 Sep 2026 09:11 WIB

Telaga Merdada Mengering, Ratusan Petani Kentang Dieng Terancam Gagal Panen

Petani kentang Dieng andalkan mesin penyedot air.

Red: Edwin Dwi Putranto

Warga memasang pipa pada mesin penyedot air di Telaga Merdada yang mulai mengering di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Karang Tengah, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026). Penyusutan debit air akibat musim kemarau membuat petani kentang berupaya memanfaatkan sisa persediaan untuk mengairi lahan pertanian. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Permukaan air Telaga Merdada terus menyusut di tengah kemarau yang melanda kawasan Dieng. Sekitar 200 petani dari tiga desa bergantung pada telaga tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengairan tanaman kentang yang menjadi sumber penghidupan mereka. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Petani menggunakan mesin pompa untuk mengalirkan sisa air menuju lahan pertanian. Selain menambah biaya produksi untuk pembelian bahan bakar, kondisi ini membuat ratusan petani khawatir mengalami gagal panen apabila hujan tidak turun dalam beberapa pekan mendatang. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Kemarau panjang membuat debit air Telaga Merdada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Karang Tengah, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, terus menyusut. Kondisi tersebut terlihat pada Kamis (24/9/2026), ketika warga memasang pipa pada mesin penyedot air untuk mengalirkan air telaga ke lahan pertanian. Ratusan petani kentang mengandalkan sumber air tersebut untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air.

Persediaan air yang semakin menipis membuat petani khawatir tanaman kentang tidak dapat bertahan jika hujan belum turun dalam beberapa pekan ke depan. Sebelumnya, sekitar 200 petani dari tiga desa disebut bergantung pada Telaga Merdada, sementara penggunaan pompa membuat biaya produksi mereka meningkat karena harus menyediakan bahan bakar untuk pengairan.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement