Sabtu 26 Sep 2026 10:22 WIB

Minat Baca Bergeser ke Media Digital, Penjualan Buku di Kwitang Menurun

Menurunnya minat baca juga memengaruhi penjualan buku.

Red: Edwin Dwi Putranto

Pembeli melihat koleksi buku di sentra buku Kwitang, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Aktivitas jual beli buku masih berlangsung di kawasan tersebut, meski pedagang menghadapi perubahan kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi dan bacaan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Pedagang menunggu pembeli di sentra buku Kwitang, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Kehadiran media sosial dan platform video membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan informasi serta hiburan secara cepat melalui perangkat digital. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Aktivitas pedagang dan pengunjung terlihat di kawasan sentra buku Kwitang. Menurut pengakuan pedagang, omzet penjualan buku sempat mengalami penurunan hingga 80 persen sejak era pandemi, sebelum perlahan mengalami perubahan mengikuti kondisi pasar. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Pembeli memilih buku dari berbagai judul yang tersedia di salah satu toko. Pedagang di Kwitang mengaku perubahan pola konsumsi tersebut ikut memengaruhi jumlah transaksi yang mereka dapatkan dalam beberapa tahun terakhir. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Beragam jenis buku masih ditawarkan di sentra buku Kwitang, mulai dari buku pelajaran hingga bacaan umum. Di tengah persaingan dengan konten digital, keberadaan toko buku fisik menghadapi tantangan untuk mempertahankan minat masyarakat membeli dan membaca buku. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Sejumlah lapak buku tetap melayani pembeli di tengah perubahan industri penerbitan. Penurunan penjualan turut berdampak pada ekosistem perbukuan, termasuk berkurangnya jumlah penerbit yang masih aktif dan perubahan cara masyarakat mengonsumsi bahan bacaan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan turut berdampak pada penjualan buku fisik. Kondisi tersebut terlihat di sentra buku Kwitang, Jakarta, Jumat (25/9/2026), ketika aktivitas pembeli tidak seramai sebelumnya di tengah semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke media sosial dan platform video.

Pedagang buku di Kwitang mengaku omzet penjualan sempat turun hingga 80 persen sejak era pandemi. Penurunan tersebut juga menjadi tantangan bagi industri penerbitan, seiring berkurangnya jumlah penerbit aktif dan perubahan pola konsumsi bacaan masyarakat ke berbagai platform digital.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement