Warga menggembala kambing di dasar Waduk Cipancuh yang mengering di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Ahad (27/9/2026). Dasar waduk yang biasanya terisi air kini berubah menjadi lahan terbuka setelah mengalami kekeringan selama sekitar dua bulan. (FOTO : ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)
Foto udara suasana Waduk Cipancuh yang mengering di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Waduk seluas sekitar 700 hektare tersebut merupakan salah satu sumber utama air irigasi bagi lahan pertanian di wilayah sekitar. (FOTO : ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)
Warga berlajan di dasar Waduk Cipancuh yang mengering di Haurgeulis, Indramayu. Kekeringan berdampak pada ketersediaan air untuk persawahan di lima kecamatan yang selama ini mengandalkan waduk tersebut sebagai sumber irigasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Waduk Cipancuh di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, mengalami kekeringan setelah kemarau berlangsung selama dua bulan. Waduk seluas sekitar 700 hektare tersebut selama ini menjadi salah satu sumber utama air irigasi bagi lahan pertanian di lima kecamatan di sekitar kawasan waduk.
Surutnya air membuat dasar waduk yang biasanya tergenang mulai terlihat dan dimanfaatkan warga untuk beraktivitas, termasuk menggembala kambing. Kondisi tersebut juga berdampak pada ketersediaan air untuk persawahan yang bergantung pada pasokan dari Waduk Cipancuh.
sumber : Antara Foto