Sejumlah murid mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat di Desa Tendakinde, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (30/9/2026). Sebanyak 70 siswa tetap mengikuti pembelajaran meski ruang kelas mereka untuk sementara dipindahkan ke tenda terpal setelah bangunan sekolah terdampak gempa. (FOTO : ANTARA FOTO/Mega Tokan)
Guru dan murid mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat SD Negeri Kaburea, Desa Tendakinde, Kabupaten Nagekeo. Dengan fasilitas yang terbatas, guru tetap menjalankan kegiatan belajar agar siswa dapat melanjutkan pendidikan selama kondisi bangunan sekolah belum memungkinkan digunakan. (FOTO : ANTARA FOTO/Mega Tokan)
Guru mendampingi siswa saat belajar di tenda darurat SD Negeri Kaburea. Penggunaan tenda dilakukan selain karena bangunan sekolah terdampak gempa, juga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung dengan lebih aman. (FOTO : ANTARA FOTO/Mega Tokan)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, NAGEKEO -- Guru dan murid mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat SD Negeri Kaburea, Desa Tendakinde, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (30/9/2026). Sebanyak 70 siswa masih belajar menggunakan tenda terpal sebagai ruang kelas sementara setelah bangunan sekolah terdampak gempa bumi.
Di tengah kondisi tersebut, kegiatan belajar tetap berlangsung dengan fasilitas yang terbatas. Penggunaan tenda menjadi pilihan sementara untuk menjaga proses pendidikan tetap berjalan sekaligus mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang dapat membahayakan siswa dan guru di dalam bangunan sekolah.