Perempuan Bajo menjemur selada laut yang dikumpulkan dari perairan di sekitar permukiman di Desa Bajo Mola Nelayan Bakti, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/10/2026). Hamparan selada laut dibiarkan mengering sebelum dikumpulkan dan dijual, menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat pesisir. (FOTO : ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Mengandalkan laut di sekitar tempat tinggal, perempuan Bajo dapat mengumpulkan hingga lima kilogram selada laut dalam sehari. Hasilnya kemudian dijual kepada pengepul dengan harga sekitar Rp4 ribu per kilogram, menambah penghasilan dari sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka. (FOTO : ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Selada laut yang telah dikeringkan tidak berhenti sebagai hasil tangkapan dari pesisir. Komoditas tersebut dimanfaatkan untuk diolah menjadi camilan dan bahan baku pakan ikan karena memiliki kandungan protein dan nutrisi, membuka nilai ekonomi baru dari tumbuhan laut yang selama ini tumbuh di sekitar rumah warga. (FOTO : ANTARA FOTO/Andry Denisah)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, WAKATOBI -- Setiap pagi, laut di sekitar rumah menjadi tempat perempuan Bajo mencari rezeki. Di Desa Bajo Mola Nelayan Bakti, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mereka mengumpulkan selada laut yang tumbuh di sekitar permukiman untuk kemudian dijemur dan dijual. Dari hasil laut yang sederhana itu, terselip cerita tentang ketekunan dan penghidupan keluarga pesisir.
Dalam sehari, seorang perempuan Bajo dapat mengumpulkan hingga lima kilogram selada laut. Hasilnya dijual kepada pengepul dengan harga sekitar Rp4 ribu per kilogram untuk diolah menjadi camilan dan bahan baku pakan ikan. Aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana laut tidak hanya menjadi ruang hidup, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang terus diandalkan masyarakat Bajo.
sumber : Antara Foto