Sejumlah siswa mengambil lauk pauk secara prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026). Para siswa bergantian mengambil makanan dari meja sajian sebelum menikmatinya bersama di sekolah. (FOTO : ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Sistem prasmanan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengambil makanan secara langsung dan menyesuaikan porsi dengan kebutuhan mereka. Cara ini juga membuat makanan dapat disajikan lebih dekat dengan waktu makan sehingga tetap hangat dan segar saat disantap. (FOTO : ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Penyajian prasmanan menjadi bagian dari uji coba Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain menjaga kualitas makanan, model ini diharapkan menjadi pengalaman edukatif bagi siswa untuk mengenal kebiasaan memilih makanan dan mengambil porsi secara bijak. (FOTO : ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- Jam makan siang menjadi pengalaman yang sedikit berbeda bagi siswa SMPN 2 Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kamis (8/10/2026), mereka tidak lagi menerima makanan dalam wadah yang sudah ditentukan, melainkan mengambil sendiri lauk pauk yang tersaji di meja prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bagi siswa, cara penyajian ini memberi kesempatan untuk memilih lauk dan mengatur makanan yang akan disantap. Di balik pengalaman sederhana tersebut, pemerintah tengah menguji model penyajian MBG yang diharapkan membuat makanan tetap hangat dan segar sekaligus mengajak siswa belajar mengambil makanan sesuai kebutuhan.
sumber : Antara Foto