Sabtu 10 Oct 2026 15:02 WIB

Setiap Pekan, Warga Solo Angkat hingga 300 Kilogram Sampah dari Sungai

Pokmas Joyo Gumregah angkat sampah yang tertahan di jaring apung di Sungai Premulung.

Red: Edwin Dwi Putranto

Anggota Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah (Pokmas) Joyo Gumregah mengangkat sampah yang tertahan di jaring apung atau trash boom di Sungai Premulung, Joyotakan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026). Sampah yang terbawa arus dikumpulkan untuk kemudian dipilah dan dikelola agar tidak terus mencemari sungai. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Dalam sepekan, sekitar 200–300 kilogram sampah berhasil diangkat untuk dipisahkan sebelum masuk ke tahap pengelolaan lebih lanjut. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Upaya mengendalikan sampah dari hulu menjadi langkah penting untuk mencegah limbah terbawa hingga ke laut. Melalui kegiatan rutin tersebut, warga berupaya menjaga kebersihan ekosistem sungai sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sampah yang dihasilkan sehari-hari. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Di tangan warga, sampah yang mengotori sungai dikumpulkan satu per satu agar tak terus terbawa arus hingga ke laut. Anggota Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah (Pokmas) Joyo Gumregah mengangkat sampah yang tertahan di jaring apung atau trash boom di Sungai Premulung, Joyotakan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026). Sampah tersebut kemudian dipilah untuk dikelola agar tidak kembali mencemari lingkungan.

Dalam sepekan, Pokmas Joyo Gumregah mengangkat sekitar 200–300 kilogram sampah dari sungai. Upaya yang dilakukan secara rutin ini menjadi langkah warga menjaga kebersihan Sungai Premulung sekaligus mencegah sampah dari hulu terbawa hingga ke laut. Dari sungai di lingkungan mereka sendiri, warga ikut mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement