Kabut asap tebal menyelimuti kawasan Gardens by the Bay di Singapura, Sabtu (10/10/2026). Menurut National Environment Agency (NEA), Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam Singapura diperkirakan berada pada kisaran Tidak Sehat hingga batas bawah kategori Sangat Tidak Sehat, akibat kabut asap lintas batas yang berasal dari kebakaran hutan di kawasan regional. (FOTO : EPA/FAZRY ISMAIL)
Warga mengunjungi dek observasi SkyPark di hotel Marina Bay Sands, Singapura. Kabut asap kembali menyelimuti Singapura di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Singapura masuk kategori tidak sehat pada Sabtu (10/10/2026), sehingga masyarakat diimbau membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan. (FOTO : EPA/FAZRY ISMAIL)
Kabut asap tebal menyelimuti kawasan Marina Bay dan pusat bisnis di Singapura. Indeks standar pencemar udara atau Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam pada pukul 12.00 waktu setempat tercatat 171 di wilayah tengah, 161 di bagian barat, 154 di timur, 134 di selatan, dan 122 di utara. Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan sehari sebelumnya, tetapi seluruh wilayah masih berada dalam kategori tidak sehat. (FOTO : EPA/FAZRY ISMAIL)
Kabut asap tebal menyelimuti National Stadium di Singapura. Memburuknya kondisi kabut asap dalam sepekan terakhir berkaitan dengan meningkatnya titik panas di wilayah Sumatra bagian selatan dan tengah, serta kondisi angin yang membawa asap ke Singapura. Asap juga terpantau berasal dari sejumlah titik kebakaran di Kalimantan. (FOTO : EPA/FAZRY ISMAIL)
Pemerintah Singapura meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan memburuknya kondisi udara. NEA menyatakan Gugus Tugas Kabut Asap (Haze Task Force), yang melibatkan 28 lembaga pemerintah, telah disiagakan untuk menjalankan langkah lanjutan apabila diperlukan. (FOTO : EPA/FAZRY ISMAIL)
Kabut asap juga menjadi perhatian menjelang penyelenggaraan Grand Prix Formula 1 Singapura pada akhir pekan ini. Otoritas setempat telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyediaan bantuan medis dan masker N95 di Sirkuit Marina Bay jika diperlukan. Penyelenggara menyatakan balapan tetap dijadwalkan berlangsung, sementara kegiatan hiburan luar ruangan dapat disesuaikan apabila kualitas udara memburuk. (FOTO : EPA/FAZRY ISMAIL)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Singapura, Sabtu (10/10/2026), seiring memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa angin dari Indonesia. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Singapura masuk kategori tidak sehat, berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara atau Pollutant Standards Index (PSI).
Asap yang melintasi batas negara ini menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah yang terbakar. Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, sehingga masyarakat diimbau membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan mengikuti perkembangan kualitas udara.
sumber : EPA