Sejumlah warga berteriak di wahana pelampiasan emosi dalam Festival Suara Jiwa di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Ahad (11/10/2026). Wahana ini menjadi salah satu aktivitas interaktif yang mengajak pengunjung mengekspresikan emosi melalui cara yang berbeda. (FOTO : ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
Warga berkonsultasi dengan psikolog saat Festival Suara Jiwa. dalam Festival Suara Jiwa bertajuk Ruang Cerita, Aksi, dan Perubahan di Jakarta. Kegiatan yang digelar Kementerian Kesehatan ini juga menghadirkan layanan kesehatan gratis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. (FOTO : ANTARA FOTO)
Warga belajar menanam hidroponik saat Festival Suara Jiwa. Festival Suara Jiwa digelar untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Bulan Peduli Disleksia, dan Bulan Kesadaran Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak lebih terbuka membicarakan kesehatan mental serta memahami pentingnya mengenali dan menghargai kondisi diri sendiri maupun orang lain. (FOTO : ANTARA FOTO)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terkadang, ada emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Di Festival Suara Jiwa, sejumlah warga memilih meluapkannya lewat teriakan di sebuah wahana pelampiasan emosi di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Ahad (11/10/2026). Kegiatan bertajuk Ruang Cerita, Aksi, dan Perubahan ini menghadirkan beragam layanan kesehatan gratis dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Bulan Peduli Disleksia, dan Bulan Kesadaran Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenali kebutuhan diri dan memahami pentingnya kesehatan jiwa. Melalui aktivitas interaktif dan layanan yang tersedia, masyarakat diajak untuk lebih terbuka membicarakan kesehatan mental serta membangun kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.
sumber : Antara Foto