Megah! Begini Wajah Baru SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta
Pemprov Jakarta merenovasi total bangunan SDN Pekayon 05 dan SMPN 91.
Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto
Suasana gedung baru SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (13/10/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merombak total bangunan sekolah yang telah berdiri sekitar 50–60 tahun tersebut menjadi gedung vertikal dengan desain modern. Renovasi ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan menunjang kegiatan belajar mengajar. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Bangunan hasil renovasi ini menyediakan total 35 ruang kelas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Penambahan kapasitas ruang menjadi salah satu perubahan penting setelah sekolah sebelumnya menghadapi keterbatasan kelas. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Pelajar didampingi guru menggunakan akses lift di bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sebanyak dua lift disediakan untuk memudahkan mobilitas pengguna di bangunan bertingkat tersebut, sehingga akses menuju ruang-ruang di lantai berbeda dapat lebih mudah dijangkau. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Pelajar beraktivitas di perpustakaan di bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Keberadaan perpustakaan diharapkan mendukung kebiasaan membaca dan memberikan ruang bagi siswa untuk memperluas pengetahuan di luar materi yang disampaikan di kelas. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Fasilitas layar LED penunjang pembelajaran digital di gedung baru SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyajikan materi secara visual dan interaktif, sehingga guru memiliki pilihan metode pembelajaran yang lebih beragam sesuai kebutuhan siswa. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Sarana olahraga menjadi salah satu fasilitas yang tersedia di gedung baru SDN Pekayon 05 dan SMPN 91. Fasilitas ini disiapkan untuk menunjang aktivitas fisik siswa sekaligus melengkapi kebutuhan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Toilet ramah disabilitas tersedia di gedung baru SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta Timur. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan lingkungan sekolah yang lebih mudah diakses oleh pengguna dengan kebutuhan mobilitas berbeda. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Sebelum direnovasi, keterbatasan ruang kelas membuat sekolah tersebut menerapkan dua giliran belajar, yakni pagi dan siang. Renovasi dengan penambahan ruang kelas diharapkan membantu sekolah mengatur kegiatan belajar mengajar secara lebih efektif sesuai kapasitas dan kebutuhan siswa. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Panel surya dipasang di bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pemasangan panel surya tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan sekolah untuk mendukung penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut renovasi total sekolah terintegrasi tersebut menelan anggaran sekitar Rp101,3 miliar. Pembaruan bangunan dan fasilitas diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama bertahun-tahun, keterbatasan ruang kelas menjadi bagian dari keseharian siswa SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Bangunan sekolah yang telah berdiri sekitar lima hingga enam dekade itu tidak lagi mampu menyediakan ruang belajar yang memadai. SDN Pekayon 05 bahkan harus membagi kegiatan belajar menjadi dua giliran, pagi dan siang, untuk menyesuaikan keterbatasan ruang kelas.
Kini, wajah sekolah tersebut berubah setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan renovasi total dengan konsep bangunan vertikal. Gedung baru yang dilengkapi 35 ruang kelas, dua lift, perpustakaan, fasilitas pembelajaran digital, hingga toilet ramah disabilitas ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mudah diakses. Dengan anggaran sekitar Rp101,3 miliar, pembaruan tersebut menjadi upaya menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih memadai bagi siswa dan mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif.
sumber : Republika