Warga Pasar Minggu Tanam Padi di 1.700 Galon Plastik Bekas
Inovasi budi daya padi tanpa sawah telah berjalan selama sekitar satu tahun.
Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto
Anggota Posyantek Kreya Loka Pasar Minggu merawat tanaman padi di dalam galon plastik bekas di RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Wadah yang biasanya digunakan untuk menyimpan air itu dimanfaatkan kembali sebagai media tanam untuk mengembangkan pertanian perkotaan. Inisiatif tersebut menjadi upaya warga menghadirkan kegiatan budi daya pangan di tengah keterbatasan lahan di lingkungan permukiman. (FOTO : Republika/Prayogi)
Tanaman padi tumbuh di dalam deretan galon plastik bekas yang dimanfaatkan Posyantek Kreya Loka Pasar Minggu sebagai media budi daya. Jumlah wadah tanam yang digunakan kini mencapai sekitar 1.700 galon, meningkat dari tahap awal yang hanya menggunakan 350 galon. Penambahan dilakukan secara bertahap seiring upaya warga mengembangkan pertanian yang dapat dijalankan tanpa harus memiliki lahan persawahan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Anggota Posyantek Kreya Loka Pasar Minggu memeriksa pertumbuhan tanaman padi yang dibudidayakan di RPTRA Belimbing, Jakarta. Meski ditanam dalam wadah, tanaman tetap membutuhkan perawatan rutin agar dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen. Warga perlu memperhatikan kondisi tanaman, kecukupan air, serta lingkungan tempat tumbuh agar proses budi daya dapat berlangsung secara berkelanjutan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Anggota Posyantek Kreya Loka Pasar Minggu memberikan pupuk cair pada tanaman padi yang tumbuh di dalam galon plastik bekas. Pemupukan menjadi salah satu bagian dari perawatan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman selama masa pertumbuhan. Melalui perawatan berkala, warga berupaya menjaga kondisi tanaman sekaligus memperoleh hasil panen yang lebih konsisten dari media tanam berukuran terbatas. (FOTO : Republika/Prayogi)
Tanaman padi tumbuh di dalam galon plastik bekas yang disusun sebagai media pertanian di RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, Jakarta. Ketersediaan air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena padi membutuhkan pasokan air yang memadai selama pertumbuhannya. Dalam budi daya di lingkungan perkotaan, warga perlu menyesuaikan perawatan dengan kondisi tempat tanam agar penggunaan air tetap terkelola dan tanaman dapat berkembang dengan baik. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pemanfaatan sekitar 1.700 galon plastik bekas sebagai media tanam padi menunjukkan cara warga Pasar Minggu mengolah barang yang sudah tidak digunakan menjadi sarana produktif. Inovasi Posyantek Kreya Loka ini tidak lepas dari tantangan, terutama dalam perawatan tanaman, kecukupan air, dan menjaga hasil panen. Namun, upaya tersebut memperlihatkan bahwa pertanian perkotaan dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan ruang dan bahan yang tersedia untuk mendukung ketahanan pangan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Warga memanfaatkan galon plastik bekas untuk menghasilkan gabah dari tanaman padi yang dibudidayakan di lingkungan RPTRA Belimbing. Dalam satu kali panen, satu galon mampu menghasilkan sekitar 200 gram gabah kering. Hasil tersebut memang berasal dari wadah tanam berskala kecil, tetapi jika dikumpulkan dari banyak galon, budi daya ini dapat memberikan tambahan hasil pangan sekaligus menjadi sarana belajar pertanian bagi masyarakat perkotaan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Tanaman padi dalam galon plastik bekas menjadi bagian dari kegiatan pertanian perkotaan yang dikembangkan warga Pasar Minggu sejak sekitar satu tahun lalu. Panen dilakukan secara berkala dan hampir setiap bulan, menyesuaikan masa tanam masing-masing wadah. Dengan pengaturan waktu tanam dan panen, warga berupaya menjaga keberlangsungan kegiatan budi daya meskipun tidak memiliki hamparan sawah seperti pertanian konvensional. (FOTO : Republika/Prayogi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Posyantek Kreya Loka Pasar Minggu merawat tanaman padi yang tumbuh di dalam galon plastik bekas di RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Sebanyak 1.700 galon plastik dimanfaatkan sebagai media tanam dalam upaya mengembangkan pertanian perkotaan sekaligus mendukung ketahanan pangan mandiri di lingkungan permukiman.
Inovasi budi daya padi tanpa sawah ini telah berjalan selama sekitar satu tahun. Berawal dari 350 galon, warga terus menambah jumlah wadah tanam dan melakukan panen secara berkala, hampir setiap bulan. Setiap galon mampu menghasilkan sekitar 200 gram gabah kering dalam satu kali panen. Meski masih menghadapi tantangan perawatan tanaman dan ketersediaan air, warga berupaya menunjukkan bahwa produksi pangan dapat dimulai dari ruang terbatas dengan memanfaatkan barang bekas.
sumber : Republika