Jumat 23 Oct 2026 09:59 WIB

Kurangi Sampah Plastik, Bank Sampah Ini Olah Limbah Jadi BBM

Bank Sampah Anggrek ubah plastik jadi BBM.

Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto

Penggerak Bank Sampah Anggrek, Dadang (54), mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak di Karet Kuningan, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Inovasi ini dilakukan untuk mengurangi timbunan limbah plastik rumah tangga sekaligus memanfaatkannya menjadi bahan bakar yang berguna bagi operasional bank sampah. (FOTO : Republika/Prayogi)

Dadang menyiapkan sampah plastik yang telah dikumpulkan warga untuk diolah menjadi bahan bakar di Bank Sampah Anggrek, Karet Kuningan, Jakarta. Limbah anorganik yang sulit terurai tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku agar volumenya di lingkungan sekitar dapat dikurangi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar dilakukan menggunakan metode pirolisis, yakni proses pemanasan material dalam kondisi minim atau tanpa oksigen untuk menghasilkan produk seperti minyak. Metode ini telah digunakan dalam berbagai upaya pemanfaatan limbah plastik, dengan proses yang membutuhkan peralatan dan pengendalian keselamatan yang tepat. (FOTO : Republika/Prayogi)

Dadang menggunakan drum berkapasitas 200 liter dalam proses pengolahan sampah plastik di Bank Sampah Anggrek, Jakarta. Peralatan tersebut digunakan dalam proses yang berlangsung sekitar lima jam untuk satu kali pengolahan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Dalam satu kali proses, sekitar 20 kilogram sampah plastik diolah untuk menghasilkan bahan bakar yang dikenal sebagai petasol. Berdasarkan perkiraan pengelola, setiap satu kilogram plastik dapat menghasilkan sekitar 0,8 liter bahan bakar, meski hasilnya dapat bergantung pada jenis plastik dan kondisi pengolahan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Bahan bakar hasil pengolahan sampah plastik dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan Bank Sampah Anggrek di Karet Kuningan, Jakarta. Petasol tersebut digunakan antara lain sebagai bahan bakar gerobak motor dan mesin pencacah sampah yang membantu aktivitas pengelolaan limbah. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pengolahan plastik menjadi bahan bakar menjadi salah satu cara yang dilakukan Bank Sampah Anggrek untuk menangani limbah rumah tangga. Meski demikian, proses pirolisis perlu memperhatikan emisi, pengelolaan residu, serta keamanan penggunaan bahan bakar agar manfaatnya tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru. (FOTO : Republika/Prayogi)

Dadang menegaskan bahwa tujuan utama pengolahan sampah plastik di Bank Sampah Anggrek bukan semata-mata menghasilkan bahan bakar, melainkan mengurangi jumlah limbah di lingkungan sekitar. Inisiatif tersebut memperlihatkan salah satu cara memanfaatkan sampah agar memiliki nilai guna, dengan tetap mengedepankan pengelolaan yang aman dan bertanggung jawab. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak diterapkan di Bank Sampah Anggrek RW 01, Karet Kuningan, Jakarta. Melalui metode pirolisis, Dadang (54), penggerak bank sampah tersebut, mengolah sekitar 20 kilogram sampah plastik dalam satu kali proses selama lima jam. Dari pengolahan tersebut, sampah plastik dapat menghasilkan bahan bakar yang dikenal sebagai petasol, dengan perkiraan hasil sekitar 0,8 liter untuk setiap kilogram plastik.

Inovasi ini tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan bahan bakar, tetapi juga menjadi upaya mengurangi timbunan sampah plastik di lingkungan sekitar. Petasol yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung operasional bank sampah, seperti menggerakkan gerobak motor dan mesin pencacah sampah. Langkah ini menunjukkan bagaimana sampah yang sulit terurai dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, meski prosesnya tetap perlu memperhatikan keselamatan dan dampak lingkungan.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement