Selasa 16 Jun 2015 15:15 WIB

Balitbang KP Panen 7,5 Ton Udang Vaname

.

Rep: Wihdan Hidayat/ Red: Edwin Dwi Putranto

Pekerja memanen udang vaname hasil budidaya super intensif di Instalasi Tambak Percobaan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP), Desa Punaga, Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6).(Republika/Wihdan Hidayat) (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Pekerja memanen udang vaname hasil budidaya super intensif di Instalasi Tambak Percobaan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP), Desa Punaga, Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6).(Republika/Wihdan Hidayat) (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Pekerja memanen udang vaname hasil budidaya super intensif di Instalasi Tambak Percobaan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP), Desa Punaga, Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6).(Republika/Wihdan Hidayat) (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP) Andi Parenrengi (kedua kiri) memanen udang vaname hasil budidaya super intensif di Desa Punaga, Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6).(Republika/Wihdan Hidayat) (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Lokasi Instalasi Tambak Percobaan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP), Desa Punaga, Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6).(Republika/Wihdan Hidayat) (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, SULAWESI SELATAN -- Menjelang Ramadhan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan Perikanan (Balitbang KP) menggelar acara panen parsial hasil budidaya udang vaname superintensif sebesar 7,5 ton. Panen udang tersebut dilaksanakan di lokasi instalasi tambak percobaan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP) di Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6). Dari areal tiga petak tambak seluas 1.000 meter persegi dengan kepadatan 750 ekor per meter persegi, diperoleh hasil produksi dengan estimasi 7,5 ton udang vaname. Pada tambak super intensif, panen perdana dilakukan secara parsial atau berkala sebelum panen total dengan tujuan untuk menyeimbangkan biomassa.

sumber : Republika Foto
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement