Siswa-siswi belajar di bengkel kayu yang diubah menjadi ruang kelas di SMP Negeri Terbuka 38 Harapan Mulya, Bekasi, Kamis (15/10).Republika/Edwin Dwi Putranto (FOTO : Republika/Edwin Dwi Putranto)
Siswa-siswi belajar di bengkel kayu yang diubah menjadi ruang kelas di SMP Negeri Terbuka 38 Harapan Mulya, Bekasi, Kamis (15/10).Republika/Edwin Dwi Putranto (FOTO : Republika/Edwin Dwi Putranto)
Siswa-siswi belajar di bengkel kayu yang diubah menjadi ruang kelas di SMP Negeri Terbuka 38 Harapan Mulya, Bekasi, Kamis (15/10).Republika/Edwin Dwi Putranto (FOTO : Republika/Edwin Dwi Putranto)
Siswa-siswi meninggalkan ruang kelas seusai mengikuti pelajaran di SMP Negeri Terbuka 38 Harapan Mulya, Bekasi, Kamis (15/10).Republika/Edwin Dwi Putranto (FOTO : Republika/Edwin Dwi Putranto)
Lokasi SMPN Terbuka 38 yang menggunakan bengkel kayu sebagai ruang kelasnya.Republika/Edwin Dwi Putranto (FOTO : Republika/Edwin Dwi Putranto)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah sejak setahun ini siswa-siswi SMP Negeri Terbuka 38 Harapan Mulya, Bekasi, belajar di bengkel kayu yang diubah menjadi ruang kelas. Ada tiga kelas disekolah tersebut yang dipisahkan dengan pembatas bambu dan triplek. Para siswa belajar dilantai tanpa menggunakan bangku. Saat ini ada 74 murid yang terdaftar di sekolah tersebut, dimana kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan kurang mampu. Meski minim fasilitas, namun murid di sekolah itu tetap semangat untuk mengikuti pelajaran. Murid-murid di sekolah tersebut belajar selama tiga jam dari pukul 14.00 WIB setiap hari Senin- Kamis. Selain bersekolah di bengkel kayu tersebut, para murid SMPN Terbuka 38 juga belajar di SMPN 38 setiap hari Sabtu. Untuk ujian, SMP terbuka ini difasilitasi oleh SMPN 38. Ijazahnya pun, berasal dari SMPN 38.
sumber : Republika Foto