Seorang seniman kelahiran Jepara Edo Dolan menggelar workshop membuat kertas tradisional dari kulit pohon saeh di Gedung Pengembangan Pusat Kebudayaan, Kota Bandung, Rabu (25/5).(Republika/Edi Yusuf)
Seorang seniman kelahiran Jepara Edo Dolan menggelar workshop membuat kertas tradisional dari kulit pohon saeh di Gedung Pengembangan Pusat Kebudayaan, Kota Bandung, Rabu (25/5).(Republika/Edi Yusuf)
Seorang seniman kelahiran Jepara Edo Dolan menggelar workshop membuat kertas tradisional dari kulit pohon saeh di Gedung Pengembangan Pusat Kebudayaan, Kota Bandung, Rabu (25/5).(Republika/Edi Yusuf)
Seorang seniman kelahiran Jepara Edo Dolan menggelar workshop membuat kertas tradisional dari kulit pohon saeh di Gedung Pengembangan Pusat Kebudayaan, Kota Bandung, Rabu (25/5).(Republika/Edi Yusuf)
Seorang seniman kelahiran Jepara Edo Dolan menggelar workshop membuat kertas tradisional dari kulit pohon saeh di Gedung Pengembangan Pusat Kebudayaan, Kota Bandung, Rabu (25/5).(Republika/Edi Yusuf)
Seorang seniman kelahiran Jepara Edo Dolan menggelar workshop membuat kertas tradisional dari kulit pohon saeh di Gedung Pengembangan Pusat Kebudayaan, Kota Bandung, Rabu (25/5).(Republika/Edi Yusuf)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Saat ini kertas merupakan salah satu benda yang sudah menjadi bagian dari hidup manusia yang tidak terpisahkan. Kertas menjadi benda yang sangat umum dan biasa, karena ada disekitar kita dan bisa menjadi apa saja, dari fungsi sebagai tempat menulis hingga menjadi bungkus gorengan. Zaman dulu kertas sangatlah sulit, membuatnya pun dilakukan secara manual dengan proses yang cukup lama, wajar zaman dulu kertas sangatlah dihargai dan mahal.
Pada kegiatan pameran 'Seni Rupa Citra Wayang dan Artikulasi Estetik Lima Perupa' di Gedung Pengembangan Pusat Kebudayaan, Kota Bandung, Seorang seniman kelahiran Jepara Edo Dolan menggelar workshop membuat kertas tradisional dari kulit pohon saeh, Rabu (25/5). Selain menghasilkan barang seni yang mempunyai nilai tinggi, kegiatan tersebut juga untuk menambah wawasan pengunjung tentang sejarah kertas. Pameran digelar hingga 31 Mei 2016.