Orang tua korban vaksin palsu mendatangi Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Sayang Bunda, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/7). (Republika/Yasin Habibi) (FOTO : Republika/ Yasin Habibi)
Orang tua korban vaksin palsu mendatangi Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Sayang Bunda, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/7). (Republika/Yasin Habibi) (FOTO : Republika/ Yasin Habibi)
Orang tua korban vaksin palsu mendatangi Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Sayang Bunda, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/7). (Republika/Yasin Habibi) (FOTO : Republika/ Yasin Habibi)
Orang tua korban vaksin palsu mendatangi Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Sayang Bunda, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/7). (Republika/Yasin Habibi) (FOTO : Republika/ Yasin Habibi)
Orang tua korban vaksin palsu mendatangi Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Sayang Bunda, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/7).(Republika/Yasin Habibi) (FOTO : Republika/ Yasin Habibi)
Orang tua korban vaksin palsu mendatangi Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Sayang Bunda, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/7). (Republika/Yasin Habibi) (FOTO : Republika/ Yasin Habibi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Puluhan orang tua korban vaksin palsu mendatangi Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Sayang Bunda, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/7).
Dalam pertemuan kali ini dan pertemuan beberapa hari yang lalu para orang tua korban meminta medical ceck up, memvaksin ulang anak, dan orang tua korban menuntut adanya ganti rugi biaya imunisasi dari pihak rumah sakit. Pertemuan untuk kali ini belum ada titik temu dari kedua belah pihak.