REPUBLIKA.CO.ID, Tepat 133 tahun meletusnya Gunung Krakatau, para blogger dan wisatawan memperingati hari bersejarah dengan napak tilas mendaki gunung berapi, yang termasuk dalam rangkaian Lampung Krakatau Festival 2016. Acara dimeriahkan konvoi perahu hias saat melepas awal perjalanan dari pantai sari Ringgung Lampung menuju Gunung Krakatau, yang menempuh jarak dua jam perjalanan laut untuk ke tempat jalur pendakian.
Setiap peserta diharuskan melapor dahulu ke posko Badan Konservasi Sumber Daya Alam, karena merupakan daerah terbatas yang tidak bisa dimasuki secara umum. Pohon rindang dan tanah subur di kaki gunung akan ditemui pada saat menapaki wilayah tersebut. Tetapi, setelah memasuki jalur treking semburan pasir, abu, batu vulkanis terbentang luas meninggalkan jejak letusan di sana sini.
Pada Desember 1991, keberadaan Kepulauan Krakatau turut berjasa atas dimasukkannya Taman Nasional Ujung Kulon dalam daftar Situs Warisan Dunia (World Heritage List) oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Taman Nasional Ujung Kulon diberi penghargaan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) berdasarkan nilainilai universal yang luar biasa, dan berasal dari keanekaragaman hayati dan keunikan per kem bangan geomorfologi di Kepulauan Krakatau dan Semenanjung Ujung Kulon.